09/04/2026
Ada berbagai alasan bakteri berkembang di permukaan beton sehingga cat lantai berkualitas diperlukan. Inilah ulasannya.
Beton sering digunakan sebagai bahan permukaan lantai di berbagai area karena kekuatannya. Namun, area tersebut bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri karena berbagai alasan. Salah satunya adalah permukaan berpori yang tidak dilapisi cat lantai berkualitas.
Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai dampak di banyak aspek. Selengkapnya dapat dilihat dalam ulasan ini.
Alasan Bakteri Bisa Berkembang di Lantai Beton
Lantai beton bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak dengan subur karena banyak alasan. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Lembap
Meski memiliki permukaan yang keras dan padat, beton sejatinya bisa menyerap air dengan cukup baik. Jadi bila ada zat cair yang tumpah atau merembes, ini akan masuk dan terjebak di dalamnya.
Kondisi ini membuat permukaan menjadi sangat lembap. Kelembapan tinggi inilah yang membuat bakteri bisa berkembang biak dengan baik di atas maupun dalam struktur tersebut.
Kondisi ini akan semakin parah bila struktur beton berada di lingkungan lembap. Misalnya adalah area dekat kamar mandi atau pencucian serta dataran tinggi.
Kotor
Lantai bisa cepat kotor karena berbagai alasan, mulai dari asap kendaraan bermotor, polusi dari mesin, hingga debu jalanan. Bila dibiarkan begitu saja, kotoran dan debu akan menumpuk.
Selain itu, tumpahan cairan dari mesin, bahan kimia, maupun zat cair lainnya juga akan membuat permukaan menjadi kotor. Terlebih lagi jika tumpahan tersebut dibiarkan terus menumpuk begitu saja.
Dalam jangka waktu lama, semua kotoran ini akan terserap ke dalam beton. Kotoran-kotoran tersebut pun menjadi sumber makanan bagi bakteri sehingga bisa berkembang biak dengan pesat.
Ventilasi Buruk
Setiap ruangan membutuhkan ventilasi yang maksimal. Misalnya dengan membuka jendela atau menyalakan exhaust fan maupun alat serupa lainnya. Dengan demikian, aliran udara tetap terjaga.
Bila hal ini tidak terpenuhi, aliran udara akan terhambat. Alhasil, kelembapan pun tetap terkurung pada ruangan. Hal ini membuat lantai tetap basah dalam waktu lama meskipun tidak terkena tumpahan cairan.
Lantai basah akan menjadi tempat tinggal yang baik untuk bakteri. Akibatnya, bakteri berkembang biak dengan pesat.
Suhu Hangat
Salah satu akibat ventilasi yang buruk adalah menghangatnya suhu di dalam ruangan. Hal ini diperparah dengan tidak adanya sistem pengatur suhu yang maksimal.
Selain membuat para penggunanya merasa kepanasan, ternyata suhu tersebut juga membuat bakteri tumbuh dengan pesat. Hal ini terjadi karena temperatur hangat membuat proses metabolisme dan reproduksi bakteri berjalan lebih cepat.
Jarang Dibersihkan
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, kotoran maupun tumpahan zat cair bisa menumpuk pada permukaan beton. Kondisi ini akan bertambah buruk bila lantai jarang dibersihkan.
Bila sudah menumpuk, maka bakteri akan mendapatkan nutrisi yang cukup untuk berkembang biak dengan pesat. Selain itu, bakteri juga mempunyai waktu lebih lama untuk membentuk koloninya.
Selain itu, penggunaan pembersih yang salah justru membuat bakteri berkembang biak dengan baik. Misalnya adalah cairan dengan asam keras yang mampu menurunkan pH beton. pH rendah malah membuat bakteri berkembang biak dengan baik.
Permukaan Berpori
Faktor utama banyaknya bakteri pada lantai beton adalah sifatnya yang berpori. Banyaknya pori pada beton ini membuat bakteri bisa berkembang biak dengan baik. Bahkan, mereka juga bisa bersembunyi meski permukaan sudah dibersihkan.
Maka dari itu, diperlukan cat lantai yang mampu meresap dan menutupnya, seperti Sikafloor®-374 CP SL yang resisten terhadap beban mekanis. Pelapis ini juga mudah diaplikasikan, berkinerja tinggi, hemat biaya, dan memiliki lebih sedikit pelarut.
Hasilnya pun tergolong memuaskan karena tahan lama, kedap, dan tidak memiliki sambungan.
Lalu, ada Sikafloor®-263 SL HC yang sangat mudah mengisi dan diaplikasikan. Hasil akhirnya tahan terhadap beban mekanis dan bahan kimia, kedap cairan, mengkilap, serta anti selip.
Bila membutuhkan pelapis self-smoothing lainnya, ada Sikafloor®-40 ID yang memiliki ikatan kuat, bebas VOC dan bau, serta bisa diaplikasikan pada permukaan dengan kelembapan tinggi.
Permukaan pun menjadi lebih tahan terhadap abrasi karena bertekstur layaknya agregat silika. Selain itu, tidak ada sambungan yang terlihat dan mudah dirawat.
Ada juga Sikafloor 2526 W ID, cat lantai yang tidak berbau, bebas pelarut, dan mudah diaplikasikan. Menariknya, bahan ini mempunyai toleransi terhadap kelembapan yang baik.
Terakhir, ada Sika® Ucrete® yang terdiri dari beberapa jenis, seperti Sika® Ucrete® MF. Pelapis tersebut tahan terhadap berbagai jenis bahan kimia, pertumbuhan bakteri atau jamur, dan beban mekanis. Hasil akhirnya kedap terhadap cairan dengan sifat ekspansi termal mirip beton.
Tidak perlu khawatir karena emisi VOC - nya sangat rendah. Pencemaran dari akhir pencampuran pun dapat dihindari. Pelapi sini cocok untuk beton berusia 7 hari dan screed polimer berumur 3 hari.
Baca Juga
Dampak Bakteri pada Lantai Beton
Permukaan beton perlu dilindungi dengan cat lantai berkualitas seperti pelapis di atas untuk meminimalkan pertumbuhan bakteri. Bila tidak, sejummlah dampak berikut akan terasa:
Bau Tidak Sedap
Koloni bakteri akan melepas gas buang yang aromanya seperti belerang atau amonia. Gas ini berasal dari proses metabolismenya yang memakan kotoran selama tumbuh di lantai beton.
Sayangnya, bau ini bisa terus muncul karena koloni tersebut bermukim di dalam pori-pori beton. Dengan kata lain, aroma ini sulit untuk dihilangkan jika hanya membersihkan permukaan.
Licin
Koloni bakteri juga kerap membentuk lapisan lendir yang disebut sebagai biofilm. Lapisan ini bersifat licin yang akan semakin parah bila terkena air meskipun sedikit saja. Tentu kondisi ini berbahaya bagi para pengguna ruangan.
Standar Kebersihan Turun
Bila koloni bakteri dibiarkan berkembang biak begitu saja, bercak hitam atau hijau lumut akan terlihat pada lantai. Alhasil, area terlihat kotor dan estetikanya menurun. Selain itu, tampilan menjadi tidak profesional dan mengganggu branding perusahaan.
Merusak Lapisan.
Perlu diketahui bahwa ada jenis bakteri tertentu yang mampu mengeluarkan zat asam. Zat ini bisa mengikis struktur beton terutama bagian kapurnya. Akibatnya, beton menjadi lebih rapuh dan berpasir.
Gangguan Kesehatan
Banyaknya bakteri bisa mengganggu kesehatan para pengguna ruangan akibat spora yang terbang. Misalnya adalah gatal-gatal hingga gangguan pernapasan akut. Bahkan, penyakit lain juga bisa muncul jika bakterinya ada di sana.
Penurunan Kualitas pada Lantai Beton
Munculnya bakteri pada lantai beton dapat memicu berbagai masalah yang berdampak langsung pada penurunan kualitasnya. Kondisi lembap, pertumbuhan jamur, permukaan yang menjadi licin, hingga lapisan yang rusak dan melemah membuat performa lantai beton tidak lagi optimal seperti seharusnya
Melindungi Lantai Beton dengan Sika
Berbagai dampak negatif bisa muncul akibat perkembangbiakkan bakteri di lantai beton. Itulah mengapa strukturnya perlu dilindungi. Salah satunya dengan menggunakan cat lantai berkualitas dari Sika.
Sika sudah berpengalaman selama 115 tahun dalam menangani berbagai proyek. Misalnya adalah Pabrik Produksi Volkswagen di Polandia. Selain itu, Sika juga merupakan pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia yang cocok untuk kebutuhan proyek.
Bersama cat lantai Sika, beton lebih terlindungi dari perkembang biakkan bakteri. Dengan demikian, berbagai dampak negatif pun bisa dihindari. Bila membutuhkan konsultasi lebih lanjut, silahkan hubungi tim profesional Sika di sini.
Artikel dikurasi oleh:
Muhammad Yogi - Flooring Specialist