10/12/2025
Apa penyebab epoxy lantai menggelembung setelah diaplikasikan? Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel ini beserta berbagai cara menghindarinya.
Table of Content
Alasan Epoxy Lantai Bisa Menggelembung
- Permukaan Beton Eksisting yang Lembap
- Tidak Memakai Primer
- Dew Point Terlalu Rendah
- Humidity atau Kelembapan Udara
- Adanya Kontaminasi Pada Material Atau Permukaan Beton
- Kesalahan Pencampuran Material dan Metode Aplikasi
Cara Menghindari Bubble pada Epoxy Lantai
- Memastikan Kelembapan Permukaan Beton dan Gunakan Moisture Barrier apabila dibutuhkan
- Pastikan Grinding Permukaan
- Kontrol Suhu & Kelembapan
- Memastikan Kebersihan Dan Kelayakan Area Yang Akan Diaplikasi
- Ikuti Metode Aplikasi yang Sesuai
Epoxy lantai kerap digunakan sebagai pelapis atau coating untuk memberi perlindungan ekstra dan meningkatkan estetika. Sayangnya, lantai bisa menggelembung bila pelapis tersebut tidak diaplikasikan dengan benar.
Apa saja penyebab hal ini terjadi? Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat Anda temukan di bawah ini beserta solusinya.
Alasan Epoxy Lantai Bisa Menggelembung
Epoxy lantai bisa menjadi pelapis yang cocok di area industri, laboratorium, dan tempat-tempat penting lainnya. Namun, pelapis tersebut bisa menjadi masalah jika menggelembung. Berbagai penyebab membuatnya terjadi, seperti:
Permukaan Beton Eksisting yang Lembap
Salah satu penyebab lantai menggelembung setelah dilapisi oleh epoxy adalah keadaannya yang lembap. Dengan kondisi tersebut, permukaan mempunyai kadar air cukup tinggi.
Kadar air pada lantai dapat berubah menjadi uap ketika terjadi proses pengeringan atau pemanasan setelah epoxy diaplikasikan. Uap yang terperangkap ini akan menekan lapisan epoxy saat berusaha keluar, sehingga memicu terbentuknya gelembung pada permukaan.
Kondisi tersebut semakin diperparah oleh rendahnya daya rekat antara lapisan epoxy dan permukaan lantai akibat tingginya kadar air. Akibatnya, lapisan pelapis menjadi mudah terlepas (delaminasi) dari substrat.
Oleh karena itu, substrat yang akan diaplikasikan epoxy harus memiliki tingkat kelembapan di bawah 4%.
Tidak Memakai Primer
Banyak orang yang tidak menggunakan primer terlebih dahulu sebelum aplikasi epoxy. Akibatnya, pelapis tersebut tidak bisa melekat dengan sempurna pada permukaan hingga menyebabkan bubble. Hal ini juga terjadi pada lantai PU. Mengapa demikian?
Jadi, permukaan beton mempunyai pori-pori yang mengandung uap air tinggi. Jika tidak dihalangi dengan primer, uap air tersebut akan lolos dan menekan lapisan di atasnya sehingga menyebabkan gelembung.
Selain itu, primer juga bisa menembus pori-pori untuk meningkatkan reaksi kimia antara lapisan atas dengan beton. Hal inilah yang membuat daya rekat meningkat. Jika tidak ada, maka daya rekat epoxy melemah sehingga gelembung mudah terjadi.
Dew Point Terlalu Rendah
Apa itu dew point? Istilah ini merujuk pada titik embun yang bermakna suhu saat udara didinginkan. Dengan demikian, uap akan berubah menjadi embun buku. Istilah ini sering diperhatikan dalam proyek-proyek tertentu.
Kondisi ini dapat menyebabkan kelembapan udara menjadi terlalu tinggi. Apabila suhu permukaan beton atau substrat berada di bawah titik embun, maka akan terjadi pengembunan. Dampaknya, gelembung dapat muncul pada lapisan coating.
Selain itu, tingkat kelembapan yang tinggi dapat membentuk lapisan menyerupai lilin atau berminyak akibat reaksi dengan epoxy. Kondisi ini menghambat proses pengeringan dan pada akhirnya dapat merusak lapisan lantai.
Untuk meminimalkan risiko pengembunan, suhu substrat harus dijaga minimal 3°C di atas suhu titik embun.
Humidity atau Kelembapan Udara
Dalam proses pekerjaan coating lantai, suhu bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Kelembapan udara lingkungan juga menjadi aspek penting yang menentukan keberhasilan aplikasi coating lantai.
Tingkat kelembapan udara relatif saat pengaplikasian produk coating lantai harus dijaga maksimal 80% (kandungan uap air di udara). Kelembapan yang terlalu tinggi dapat mengganggu proses pengeringan dan kualitas hasil akhir lapisan coating.
Adanya Kontaminasi Pada Material Atau Permukaan Beton
Keberadaan kontaminan atau material pencemar dari lingkungan sekitar dapat memengaruhi tampilan dan kinerja lapisan coating lantai, sehingga hasil aplikasi menjadi tidak optimal.
Oleh karena itu, pastikan material serta permukaan lantai beton dalam kondisi bersih dan bebas dari kontaminan seperti debu, kotoran, cairan, minyak, maupun zat lain yang dapat mengganggu daya rekat dan kualitas coating lantai.
Kesalahan Pencampuran Material dan Metode Aplikasi
Alasan lain yang sering terjadi namun tetap diabaikan dalam pengaplikasian adalah lapisan terlalu tebal. Bila terlalu tebal, pengeringan menjadi tidak merata yang membuat lapisan atas kering lebih cepat daripada bawah.
Kondisi ini membuat lapisan menjadi mengeras lebih cepat sebelum uap atau udara yang terperangkap di bawahnya bisa keluar. Alhasil, uap akan menekannya hingga menyebabkan gelembung.
Baca Juga
Cara Menghindari Bubble pada Epoxy Lantai
Sejumlah cara bisa dilakukan sebagai solusi untuk menghindari berbagai penyebab di atas. Berikut di antaranya:
Memastikan Kelembapan Permukaan Beton dan Gunakan Moisture Barrier apabila dibutuhkan
Sebelum melakukan pengaplikasian coating lantai, pastikan tingkat kelembapan pada permukaan beton berada di bawah 4%. Jika kandungan kelembapan lantai melebihi batas tersebut, disarankan untuk menggunakan coating moisture barrier sebagai lapisan penghalang kelembapan terlebih dahulu, sebelum mengaplikasikan material coating utama.
Dalam bahasa Indonesia, moisture barrier bermakna penghalang kelembapan. Zat ini bisa berfungsi secara efektif untuk mencegah uap air naik hingga menyebabkan gelembung pada epoxy karena bersifat kedap.
Selain itu, zat ini juga membuat permukaan beton menjadi tetap kering sehingga kelembapan berkurang. Alhasil, epoxy bisa menempel dengan benar dan kuat tanpa khawatir terkelupas.
Menariknya, penghalang kelembapan bisa menyiapkan permukaan beton yang kering dan lebih stabil. Jadi, lantai tersebut bisa lebih siap untuk dilapisi epoxy sehingga daya tahan dan umurnya pun meningkat.
Pastikan Grinding Permukaan
Cara lain untuk menghindari gelembung adalah grinding atau amplas permukaan. Hal ini bisa membuat lantai menjadi lebih halus dan bersih dari segala kotoran, minyak, dan debu. Kelembapan pun akan berkurang.
Dengan kondisi seperti ini, epoxy lantai dapat melekat dengan semakin maksimal. Jadi, naiknya uap air ke permukaan pun yang bisa menyebabkan gelembung pun bisa dicegah. Selain itu, lapisan juga tidak mudah terkelupas dan tahan lama.
Kontrol Suhu & Kelembapan
Suhu dan kelembapan adalah dua faktor penting untuk mencegah terjadinya uap air terperangkap di bawah lapisan. Itulah mengapa kedua hal tersebut perlu dijaga dengan baik saat pengaplikasian berlangsung.
Langkah yang dapat dilakukan adalah memastikan suhu ruang aplikasi berada pada kisaran 10–30°C. Selain membantu mencegah terbentuknya gelembung, rentang suhu ini juga membuat resin lebih cair sehingga lebih mudah diaplikasikan.
Selain itu, hindari sejumlah kondisi tertentu. Misalnya adalah bekerja di saat cuaca terlalu panas atau matahari langsung menyinari area. Usahakan juga untuk tidak bekerja di dekat pemanas.
Memastikan Kebersihan Dan Kelayakan Area Yang Akan Diaplikasi
Sebelum memulai aplikasi coating lantai, pastikan area kerja berada dalam kondisi bersih dan layak diaplikasikan. Bersihkan terlebih dahulu seluruh kontaminan yang dapat mengganggu proses coating, lalu lakukan pengecekan pada permukaan lantai beton.
Apabila ditemukan keretakan, lubang, atau kerusakan lainnya, lakukan perbaikan sebelum proses coating dimulai. Selain itu, pastikan persiapan permukaan lantai dilakukan dengan metode yang tepat agar material coating dapat menempel dan terlapisi secara optimal.
Ikuti Metode Aplikasi yang Sesuai
Ketebalan aplikasi perlu diperhatikan agar seluruh lapisan dapat mengering secara optimal. Dengan demikian, uap air dapat keluar dengan baik tanpa menimbulkan gelembung pada lapisan permukaan.
Untuk mendukung kondisi tersebut, ikuti panduan manual teknis yang direkomendasikan, mulai dari proses pencampuran material, persyaratan kondisi lingkungan dan lantai kerja, hingga metode aplikasi serta penggunaan alat-alat penunjang yang sesuai. Jika diperlukan, gunakan tenaga kerja yang berpengalaman agar risiko kesalahan dalam proses aplikasi dapat diminimalkan.
Mencegah Bubble bersama Sika
Selain sejumlah cara di atas, Anda juga dapat mencegah terjadinya bubble dengan menggunakan epoxy atau PU yang berkualitas. Menariknya, Sika mempunyai sejumlah produk yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.
Salah satunya adalah Sikafloor®-374 CP SL yang mempunyai resistensi baik terhadap beban mekanis. Aplikasinya pun cukup mudah dengan kinerja tinggi dan hemat biaya. Menariknya, epoxy ini tahan lama, kedap, tanpa sambungan, dan mengandung lebih sedikit pelarut.
Lalu, ada Sikafloor®-263 SL HC yang sangat mudah mengisi atau mengalir dengan sifat kedap cairan dan ketahanan baik terhadap beban mekanis serta bahan kimia. Aplikasinya pun mudah dengan hasil akhir mengkilap dan antiselip.
Ketiga, ada Sikafloor®-81 EpoCem® ID yang dapat dilapisi dengan epoxy resin. Pelapis ini bisa mencegah terjadinya osmotic blistering dari lapisan berbahan resin pada permukaan lembap. Sifat leveling-nya cukup baik dan bisa ditembus uap air meski tahan terhadap cairan.
Daya rekat, ketahanan terhadap air dan minyak, serta kekuatan mekanisnya pun sangat baik. Begitu pula ketahanannya terhadap beku serta de-icing salt.
Dengan sifat ekspansi termal mirip beton, pelapis ini tidak mengandung pelarut, tidak menimbulkan korosi, serta cocok untuk persiapan permukaan yang halus.
Sikafloor®-40 ID juga hadir dengan ketahanan abrasi tinggi dan bebas VOC. Noda atau bau pun tidak muncul. Menariknya, pelapis ini bisa diaplikasikan pada permukaan dengan kadar air tinggi dengan hasil akhir tanpa sambungan dan mudah dirawat.
Terakhir, ada Sika® Ucrete® MF sebagai lantai PU yang tahan terhadap bahan kimia, cairan, beban mekanik, dan pertumbuhan bakteri atau jamur. Tidak ada pencemaran dari akhir pencampuran dengan emisi VOC rendah dan sifat ekspansi termal mirip beton.
Menariknya, Sika telah berpengalaman selama 114 tahun dalam menangani berbagai proyek global. Misalnya adalah Terowongan Bawah Tanah London. Sika juga pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia yang cocok untuk berbagai proyek Anda.
Dengan Sika, berbagai potensi masalah pada epoxy lantai maupun PU dapat ditekan, sehingga hasil yang diperoleh lebih optimal. Untuk pembahasan teknis yang sesuai kondisi lapangan, kontak Sika terkait kebutuhan Anda.
Artikel dikurasi oleh:
Muhammad Yogi - Flooring Specialist