05/11/2025
Refurbishment Injection

Pahami cara yang efektif untuk memperbaiki keretakan pada tangki dan reservoar beton dengan metode injection melalui pembahasan pada artikel ini.

Salah satu permasalahan yang sering ditemukan pada tangki dan reservoar beton ialah retak, entah itu akibat tekanan berlebih maupun sambungan yang rusak. Untuk memperbaikinya, salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menggunakan metode injection.

Apabila tangki dan reservoar beton Anda mengalami permasalahan retak, hal ini perlu segera ditangani supaya tidak menurunkan efisiensi penyimpanan air, merusak struktur beton, hingga mempercepat korosi pada tulangan.

Artikel ini membahas tentang penyebab, solusi, sampai langkah perbaikan retak pada tangki dengan metode perbaikan injeksi epoxy. Simak uraian berikut ini.

Penyebab Umum Keretakan pada Tangki dan Reservoar Beton

Keretakan pada tangki dan reservoar beton tentunya tidak terjadi begitu saja. Sebelum membahas tentang cara mengatasi permasalahan ini, ada baiknya Anda kenali lebih dulu tentang penyebab munculnya retak tersebut. 

Sambungan Tidak Kedap Air

Hal yang membuat keretakan muncul pada area tangki dan reservoar beton ialah sambungan konstruksi antar bagian yang tidak kedap air. Dengan joint yang tidak terpasang sempurna atau karena kondisi sealant rusak hingga deteriorasi material, air jadi dapat keluar dari celah tersebut.

Kualitas Beton Menurun

Penyebab umum berikutnya karena kualitas beton yang menurun. Biasanya hal ini terjadi karena campuran yang tidak homogen atau karena proses pengerjaan yang dilakukan tidak sesuai standar.

Jika tangki Anda mengalami masalah seperti ini, biasanya ditandai dengan permukaan beton yang dipenuhi pori, sehingga menjadi jalur air merembes ke luar.

Tekanan Hidrostatik Tinggi

Selain faktor dari luar, keretakan pada tangki dan reservoar beton juga bisa dipicu karena tekanan air yang tinggi. Dengan struktur yang tidak dirancang dengan baik, air yang ditampung dapat merembes ke luar lewat pori-pori berukuran mikro.

Curing Tidak Sempurna

Curing sendiri merupakan proses yang fungsinya menjaga kelembaban beton supaya bisa mengeras dengan optimal. Sementara, jika curing dilakukan dalam waktu singkat bisa memicu munculnya mikro retak hingga beton rapuh.

Solusi Efektif Menghentikan Keretakan dengan Metode Injection

internal artikel november 2025

Setelah mengetahui hal-hal yang menjadi penyebab munculnya retak pada tangki air dan reservoar beton, hal berikutnya yang perlu Anda pahami adalah solusi efektif untuk mengatasi keretakan tersebut. Simak caranya di bawah ini.

Identifikasi Jenis Retak

Pertama-tama yang perlu Anda lakukan yaitu mengidentifikasi jenis retak. Periksa apakah retak pada tangki dan reservoar beton aktif atau pasif.
Retak aktif yang masih bergerak dapat dipicu karena pergerakan struktur hingga tekanan internal, sementara untuk retak pasif, biasanya disebabkan oleh penyusutan beton dan curing yang terlalu cepat.

Gunakan Bahan Injeksi Viskositas Rendah

Solusi yang bisa Anda andalkan untuk menghentikan keretakan pada tangki dan reservoar beton ialah menggunakan bahan injection yang memiliki viskositas rendah. 

Salah satu produk yang bisa Anda gunakan untuk permasalahan ini ialah Sikadur®-752. Produk ini mampu menutup celah selebar 5 mm secara permanen. Sikadur®-752 hadir sebagai bahan yang memiliki kekuatan mekanika dan adhesi tinggi.

Pilihan produk yang juga bisa Anda gunakan, terutama untuk kondisi retak aktif, yaitu Sika® Injection-201 CE atau sistem polyurethane yang bisa diaplikasikan sebelum epoxy injeksi dilakukan.

Produk ini menawarkan elastisitas yang permanen, tidak mengalami penyusutan saat kering, dan viskositasnya yang rendah dapat menembus retakan selebar >0,2 mm.

Pastikan Substrat Bersih dan Kering Sebelum Aplikasi

Sebelum mengaplikasikan injeksi, Anda perlu memastikan substrat dalam kondisi bersih dan kering. Dengan demikian, bahan injeksi bisa menempel dengan sempurna.

Langkah Teknis Perbaikan dengan Epoxy Injeksi

Untuk menerapkan solusi di atas, berikut beberapa tahapan dalam perbaikan keretakan pada tangki dan reservoar beton dengan bahan epoxy injeksi: 

Bersihkan Permukaan Beton

Langkah pertama, Anda perlu mempersiapkan permukaan beton dan membersihkannya dari kotoran, debu, maupun air yang mengalir. Dengan kondisi permukaan yang bersih, material injeksi yang digunakan bisa menempel dengan maksimal.

Siapkan Retakan

Berikutnya, Anda perlu mempersiapkan retakan. Buat V-chipping di sepanjang area retakan untuk memastikan jalur penetrasi bahan.

Pasang Nipple Injeksi

Setelah permukaan siap, Anda bisa melanjutkan pemasangan nipple injeksi pada setiap garis retakan. Untuk jaraknya, Anda bisa mengira-ngira sekitar 20-30 cm, tergantung pada lebar retakan.

Tutup Permukaan Luar Retakan

Selanjutnya, Anda bisa menutup permukaan luar retakan menggunakan produk Sikadur®-31 CF dan biarkan sampai mengeras. Produk ini merupakan perekat berkekuatan tinggi yang memiliki ketahanan abrasi baik dan kedap cairan serta uap air.

Agar lebih maksimal, Anda dapat mencampurkan juga bersama Sikadur®-752 dengan rasio komponen A:B = 2:1 selama ±3 menit dengan mixer 400–600 rpm.

Injeksi Material secara Perlahan

Saat menginjeksi material, pastikan Anda melakukannya dengan tekanan stabil sampai penuh. Lakukan dengan perlahan agar material bisa masuk sempurna mengisi rongga secara merata.

Lepas Nipple

Jika material sudah mengeras, Anda bisa melepas nipple dengan hati-hati. Kemudian, rapikan kembali permukaan layaknya menggunakan semen non-shrink.

Tips untuk Mencegah Retak Muncul Kembali

Agar retak tidak berulang pada tangki dan reservoar beton, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya:

Lakukan Inspeksi Visual Berkala

Supaya tangki dan reservoar beton tidak kembali retak, tips yang bisa Anda terapkan yaitu melakukan inspeksi secara rutin. Jika ditemukan retakan, segera atasi permasalahan tersebut agar tidak bertambah parah.

Gunakan Grout Non-Shrink

Tips kedua, pastikan Anda memperbaiki pondasi atau pelat dasar tangki menggunakan grout non shrink layaknya produk SikaGrout®-215 (new).
Produk grouting ini hadir dan siap digunakan dengan menawarkan keunggulan pemasangan yang mudah, memiliki karakteristik yang mudah mengalir, tidak korosif, dan tidak beracun.

Pastikan Sistem Waterproofing Permukaan Tetap Terpelihara

Apabila Anda menggunakan sistem waterproofing sebagai perlindungan tambahan, pastikan area tersebut selalu terpelihara dengan baik.

Hindari Overpressure Atau Pengisian Air Terlalu Cepat

Saat kondisi tangki maupun reservoar beton baru selesai diperbaiki, sebaiknya hindari overpressure atau tekanan berlebih saat mengisi air. Lakukan pengisian air secara bertahap supaya kestabilan struktur lebih terjaga.

Perbaiki Retak pada Tangki dan Reservoar Beton dengan Produk Sika

Permasalahan retak pada tangki dan reservoar beton dapat diatasi menggunakan metode injeksi epoxy dengan tekanan rendah. Pada pembahasan di atas, rekomendasi produk yang bisa Anda andalkan yaitu Sikadur®-752.

Produk tersebut merupakan epoxy resin dengan viskositas rendah yang memiliki daya lekat tinggi sebagai solusi untuk memperbaiki keretakan struktural. Hasil yang lebih maksimal bisa Anda dapatkan dengan mengombinasikannya bersama SikaGrout®-215 (new) untuk area pondasi dan sambungan struktur.

Sika sebagai perusahaan global yang bergerak di bidang material konstruksi terus berupaya agar produknya tetap relevan untuk banyak kebutuhan proyek. Pengalaman selama 114 tahunnya telah menjadi bukti bahwa perusahaan ini dipercaya menjadi solusi konstruksi di tingkat internasional.

Di Indonesia, salah satu proyek ternama yang mengandalkan Sika ialah proyek MRT. Lebih dari itu, Sika pertama kali meluncurkan produk waterproofing semen di sini. Selain di tanah air, Perbaikan Saluran Air di Sardinia, Italia juga menjadi bukti lain tentang beragamnya proyek yang mempercayai perusahaan ini.

Apabila Anda tertarik dan mencari tahu tentang variasi produk injection, Anda bisa mencari tahunya pada laman resmi milik Sika. Beragamnya produk tersebut membuat Anda dapat memilih produk yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan proyek.