19/12/2025
Keramik teras sering copot karena cuaca ekstrem dan kesalahan pada pemasangan. Simak penyebab, solusi pemasangan, serta tips memilih lem keramik tepat!
Area teras rumah sering terpapar panas, hujan, dan angin, membuat keramik cepat longgar retak bergeser. Perubahan suhu ekstrem bikin daya rekat menurun, sehingga lem keramik mudah gagal dipakai asal saja.
Kalau Anda biarkan, air meresap ke nat, mempercepat kerusakan struktur teras rumah anda secara perlahan. Dengan langkah tepat, seperti penggunaan lem keramik berkualitas, Anda bisa mencegah keramik copot meski cuaca berubah drastis setiap waktu harian.
Penyebab Keramik Copot
Ada banyak faktor penyebab keramik bisa copot dari segi cuaca, kondisi material keramik, hingga kesalahan pengaplikasian pada lantai. Berikut beberapa penyebabnya!
1. Ekspansi Termal
Perubahan suhu ekstrem menyebabkan keramik mengalami pemuaian saat panas dan penyusutan saat dingin. Pergerakan alami ini seharusnya diantisipasi agar tidak menimbulkan tekanan berlebih pada lantai.
Tanpa ruang gerak yang cukup, gaya dorong akan terkunci pada satu area tertentu. Tekanan tersebut perlahan mendorong keramik terangkat dari permukaan dasar lantai. Kondisi tanah yang terlalu kering juga memicu pergeseran lapisan bawah bangunan.
Struktur lantai menjadi kurang stabil ketika tanah kehilangan kelembapan alaminya. Tekanan berulang membuat ikatan perekat melemah sedikit demi sedikit. Akibatnya, keramik yang awalnya kuat akhirnya bergeser dan terlepas.
2. Adhesi Tidak Tahan Cuaca
Perekat berkualitas rendah tidak dirancang menghadapi panas, hujan, dan kelembapan jangka panjang. Paparan cuaca ekstrem mempercepat penurunan kekuatan ikatan antar material.
Kesalahan komposisi adukan, terutama penggunaan air berlebihan, memperburuk kondisi tersebut. Daya rekat menjadi tidak stabil dan mudah rusak seiring waktu pemakaian. Lem keramik yang tidak diperuntukkan bagi area luar cepat rapuh terkena lembap.
Kelembapan yang terus-menerus mempercepat degradasi ikatan antara lantai dan keramik. Dalam jangka panjang, perekat tidak lagi mampu menahan beban aktivitas harian. Keramik pun terlepas meski tidak menerima tekanan berat secara langsung.
3. Nat Kaku
Nat berfungsi sebagai ruang toleransi pergerakan keramik akibat perubahan suhu. Ketika nat terlalu tipis atau bahkan tidak tersedia, keramik saling menekan. Tekanan tersebut tidak memiliki ruang pelepasan yang aman.
Akibatnya, gaya muai susut terkonsentrasi pada titik tertentu lantai. Kondisi ini semakin parah jika menggunakan lem keramik yang bersifat kaku. Kurangnya elastisitas membuat sistem lantai tidak mampu menyesuaikan perubahan.
Retakan halus mulai muncul di permukaan tanpa terlihat jelas pada awalnya. Jika dibiarkan, keramik akan terangkat dan bergeser dari posisi semula.
4. Substrat Tidak Rata
Permukaan dasar yang tidak rata menciptakan rongga udara di bawah keramik. Rongga ini menyebabkan keramik tidak tertopang secara menyeluruh. Saat menerima beban, tekanan hanya terfokus pada beberapa titik tertentu.
Kondisi tersebut memicu retakan dan suara kopong saat keramik diinjak. Air yang merembes ke rongga bawah melemahkan ikatan perekat perlahan. Kelembapan mempercepat kerusakan struktur perekat dan lapisan lantai.
Pergerakan tanah dan usia bangunan turut memperbesar risiko kerusakan. Pada akhirnya, keramik terlepas permanen dan membutuhkan perbaikan secara menyeluruh dengan biaya besar.
Solusi Pemasangan Outdoor
Solusi pemasangan outdoor tepat membantu Anda mencegah keramik copot meski cuaca ekstrem berubah sepanjang waktu. Langkah terencana sejak awal membuat lantai teras lebih awet aman dan rapi untuk penggunaan jangka panjang.
Baca Juga
1. Gunakan Tile Adhesive untuk Eksterior
Perekat khusus eksterior dirancang tahan panas hujan sehingga ikatan keramik tetap stabil sepanjang waktu. Lem keramik berkualitas mampu menahan kelembapan tinggi serta perubahan suhu area luar rumah Anda.
Pastikan permukaan lantai bersih dari debu minyak agar daya rekat bekerja optimal tanpa gangguan. Permukaan yang rata membantu perekat menyebar merata dan mencegah rongga udara tersembunyi berbahaya.
Struktur dasar kuat mengurangi risiko retak akibat beban kendaraan atau pergerakan tanah berkepanjangan. Pemilihan material tepat menjadi fondasi utama keberhasilan pemasangan keramik outdoor jangka panjang.
2. Tambahkan Nat Elastis
Nat elastis berperan penting dalam mengakomodasi pergerakan keramik akibat perubahan suhu ekstrem. Material ini memberi ruang bagi keramik untuk memuai dan menyusut tanpa menimbulkan tekanan berlebih.
Jarak nat yang cukup membantu distribusi tekanan secara merata di seluruh permukaan lantai. Tekanan tidak terkonsentrasi pada satu titik sehingga risiko keramik terangkat dapat diminimalisir.
Penggunaan pembatas ubin membantu menjaga jarak nat tetap konsisten dan rapi. Tampilan lantai pun terlihat lebih profesional dan terencana sejak awal pemasangan.
Nat yang fleksibel mampu mengikuti gerakan lantai tanpa mudah retak atau terkelupas. Dengan kualitas nat tepat, air tidak mudah merembes dan usia pakai lantai outdoor menjadi lebih panjang.
3. Buat Slope untuk Drainase
Kemiringan lantai ringan membantu air hujan mengalir menjauh dari permukaan keramik teras. Air yang menggenang lama dapat melemahkan perekat dan mempercepat kerusakan struktur lantai.
Slope terencana menjaga lantai tetap kering dan aman dilalui saat kondisi basah. Arah kemiringan sebaiknya menjauhi bangunan untuk mencegah rembesan ke dalam rumah.
Drainase baik mengurangi risiko jamur lumut yang membuat lantai licin dan berbahaya. Langkah sederhana ini sangat berpengaruh terhadap keawetan keramik outdoor jangka panjang.
4. Aplikasi Teknik Double-Butter
Teknik double-butter mengoles perekat pada lantai dan belakang keramik secara bersamaan. Metode ini memastikan seluruh permukaan menempel sempurna tanpa menyisakan rongga udara.
Rongga udara sering menyebabkan keramik kopong dan mudah pecah saat menerima beban berat. Tekanan pemasangan harus merata agar keramik tidak bergeser selama proses pengeringan.
Gunakan alat perata bergerigi untuk membantu distribusi perekat lebih konsisten. Dengan teknik ini, hasil pemasangan lebih kuat rapi dan tahan cuaca ekstrem luar ruang.
Atasi Keramik Copot dengan Lem Keramik Andalan dari Sika!
Cegah keramik copot dengan pemasangan yang tepat dan didukung material berkualitas! Dengan memilih lem keramik berkualitas yang sesuai standar profesional, daya rekat lantai menjadi lebih kuat dan tahan lama.
Sika memiliki pengalaman lebih dari 114 tahun menangani proyek konstruksi global dengan tingkat kompleksitas tinggi. Di Indonesia, Sika dipercaya dalam proyek strategis seperti MRT Indonesia hingga Jembatan Alalak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Sika juga dikenal sebagai pelopor teknologi waterproofing berbasis semen yang menjaga kualitas struktur bangunan. Produk SikaCeram Series terbukti andal digunakan pada kondisi lingkungan ekstrem dan berbagai jenis aplikasi bangunan.
SikaCeram®-255 Big Slab memiliki deformability tinggi sehingga mengurangi risiko selip vertikal pada keramik ukuran besar. Waktu aplikasi yang panjang memudahkan pemasangan dengan hasil akhir lebih halus dan stabil.
SikaCeram®-200 TA TileFix memberikan daya lekat sangat kuat untuk keramik besar dan area terendam air. Produk ini mendukung aplikasi tile on tile dan praktis digunakan hanya dengan penambahan air.
SikaCeram®-180 TileFix cocok untuk granit, dinding, serta area basah non-terendam dengan daya rekat konsisten. Aplikasinya mudah dan efisien sehingga membantu hasil pemasangan lebih rapi dan tahan lama.
SikaCeram®-150 CA TileFix dirancang untuk lantai dan area kering agar keramik tetap stabil. Penggunaannya praktis dengan hasil akhir rapi serta ketahanan yang baik untuk pemakaian jangka panjang.
Ingin dapatkan rekomendasi paling tepat sesuai kebutuhan Anda? Klik di sini untuk miliki produk Sika!
Ingin mendapatkan rekomendasi paling tepat sesuai kebutuhan Anda? Dapatkan produk Sika melalui Official Store Sika, dan temukan informasi menarik lainnya di Sika Indonesia.
Artikel dikurasi oleh:
Ardan Adhyaksana - Building Finishing Specialist