12/01/2026
Tahukah Anda ada berbagai kesalahan umum pembuatan lantai gudang yang tidak tahan forklift? Cek di artikel ini untuk mengetahui jawaban selengkapnya.
Kesalahan Umum yang Sering Terjadi pada Lantai Gudang
- Permukaan Beton Tidak Diperkuat sejak Masih Segar
- Tidak Menggunakan Sistem Pengeras Permukaan Beton atau
- Mutu Beton dan Curing Tidak Terkontrol
- Desain Lantai Tidak Mempertimbangkan Lalu Lintas Forklift
- Mengandalkan Beton Standar Tanpa Perlindungan Tambahan
- Permukaan Lantai Beton yang Bergelombang
Dampak pada Operasional Gudang
- Permukaan Cepat Aus dan Terkikis
- Debu Meningkat dan Mengganggu Operasional
- Biaya Perbaikan dan Downtime Tinggi
- Umur Pakai Lantai Jauh Lebih Pendek
- Permukaan Beton Lebih Mudah Retak dan Mengelupas
- Perkuat Permukaan Lantai Sejak Tahap Pengecoran
- Gunakan Sistem Pelapisan yang Sesuai dengan Beban Forklift
- Pastikan Curing dan Finishing Dilakukan dengan Benar
- Pilih Sistem yang Meningkatkan Ketahanan Abrasi, Bukan Hanya Kekuatan
Gudang adalah salah satu area penting di berbagai industri. Area ini kerap menggunakan forklift untuk mobilisasi sembari mengangkut barang berat. Itulah mengapa floor hardener khusus dibutuhkan untuk melindungi lantainya.
Sayangnya, lantai tersebut sering mengalami kerusakan akibat adanya kesalahan yang terjadi sejak tahap pengecoran. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui masalah tersebut selengkapnya.
Kesalahan Umum yang Sering Terjadi pada Lantai Gudang
Ada sejumlah kesalahan umum yang sering terjadi pada pembangunan lantai gudang hingga membuatnya mengalami kerusakan. Inilah di antaranya:
Permukaan Beton Tidak Diperkuat sejak Masih Segar
Permukaan adalah lapisan pertama yang akan menghadapi berbagai aktivitas gudang. Misalnya adalah pergerakan forklift hingga pergeseran barang. Itulah mengapa lapisan tersebut perlu diperkuat.
Sayangnya, banyak pihak yang tidak melakukannya sejak masih segar. Akibatnya, beton menjadi lebih mudah terkikis dan aus. Bila dibiarkan, kerusakan lebih parah bisa terjadi.
Tidak Menggunakan Sistem Pengeras Permukaan Beton atau
Permukaan beton mempunyai sistem floor hardener yang berbeda dengan jenis lantai lainnya. Hal ini disebabkan oleh beratnya tantangan yang dihadapi, seperti pergerakan forklift dengan beban berat secara terus-menerus.
Namun, sebagian pihak mengabaikan ini dan menggunakan pengeras biasa. Bahkan, ada juga yang tidak menggunakan pengeras sama sekali. Alhasil, permukaan beton akan mudah terkikis.
Mutu Beton dan Curing Tidak Terkontrol
Mutu beton dan proses curing adalah dua aspek yang perlu diperhatikan dengan baik. Hendaknya, pemilik dan kontraktor memperhatikan standar yang berlaku demi mencapai kekuatan dan daya tahan maksimal.
Banyak pihak masih mengabaikan ini. Bahkan, mereka terkadang mengukur mutu dan proses curing dengan asal-asalan. Alhasil, kekuatan dan daya tahan permukaan pun akan menurun terutama dalam jangka waktu lama.
Desain Lantai Tidak Mempertimbangkan Lalu Lintas Forklift
Setiap area mempunyai desain lantai berbeda demi menghadapi tantangan yang terjadi. Misalnya di gudang, desain lantai akan berfokus pada beton dengan kekuatan tinggi dan pelapisan khusus agar bisa menahan beban lalu lintas forklift.
Bila diabaikan begitu saja, maka permukaan akan lebih mudah terkikis. Bahkan, keretakan akan muncul karena beton tidak didesain untuk menghadapinya. Meski awalnya terlihat halus, keretakan ini dapat berujung fatal seiring berjalannya waktu.
Mengandalkan Beton Standar Tanpa Perlindungan Tambahan
Beton memang harus dibangun sesuai standar yang berlaku. Begitu pula saat membangun lantai gudang. Dengan demikian, strukturnya akan tetap kuat dalam menghadapi beban di atasnya.
Permukaan Lantai Beton yang Bergelombang
Untuk area gudang dengan intensitas penggunaan forklift yang tinggi, lantai beton yang rata dan stabil menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan. Lantai beton yang bergelombang dapat mempercepat kerusakan karena menerima gesekan dan beban berat secara terus-menerus dari pergerakan forklift.
Selain itu, permukaan yang tidak rata juga meningkatkan risiko benturan dan jatuhnya barang, akibat lalu lintas forklift yang tidak stabil.
Bagaimanapun juga, perlindungan tambahan juga dibutuhkan untuk memperkuatnya. Tidak sedikit pihak yang mengabaikan ini sehingga struktur langsung bersentuhan dengan lalu lintas forklift. Akibatnya, kekuatan lantai akan segera melemah.
Dampak pada Operasional Gudang
Lima kesalahan di atas akan menimbulkan berbagai dampak negatif bagi operasional gudang. Berikut di antaranya:
Permukaan Cepat Aus dan Terkikis
Kesalahan-kesalahan di atas membuat permukaan cepat aus dan terkikis. Terlebih lagi jika ada banyak forklift yang berlalu-lalang dalam waktu lama setiap hari dan barang-barang berat juga ditumpuk di atasnya.
Awalnya, fenomena ini tidak terlihat secara kasat mata. Namun bila dibiarkan, permukaan menjadi lebih licin dan tidak rata. Alhasil, keselamatan para pekerja di sana bisa terancam karena rawan terpeleset atau tersandung.
Debu Meningkat dan Mengganggu Operasional
Keausan dan terkikisnya permukaan lantai beton tanpa floor hardener bisa meningkatkan jumlah debu yang bertebaran. Bila terhirup oleh para pekerja, berbagai gangguan pernapasan akan muncul. Bahkan, hal itu dapat membahayakan nyawa.
Selain itu, debu yang bertebaran juga akan mengganggu pandangan para pekerja sehingga operasional gudang terhambat. Selain itu, operasional akan semakin terganggu karena rusaknya forklift akibat lantai yang tidak rata.
Biaya Perbaikan dan Downtime Tinggi
Rusaknya permukaan beton membuat perbaikan berulang dibutuhkan. Tentu hal ini akan menelan biaya tinggi. Bahkan, biaya tersebut bisa lebih mahal daripada pembangunan lantai itu sendiri dalam jangka waktu lama.
Di sisi lain, perbaikan juga membutuhkan waktu. Jadi, gudang tidak bisa berfungsi secara optimal dalam periode tertentu. Alhasil, operasional perusahaan akan terganggu. Bahkan, hal ini bisa menimbulkan kerugian yang berdampak bagi pemilik dan pekerja.
Umur Pakai Lantai Jauh Lebih Pendek
Kerusakan membuat umur pakai lantai beton menjadi jauh lebih pendek. Bahkan terkadang, lantai tidak bisa digunakan sama sekali. Akibatnya, renovasi besar-besaran sering dibutuhkan.
Renovasi ini tentu akan menelan banyak biaya. Bila terjadi berulang dalam waktu singkat, biaya yang akan dikeluarkan pun semakin tinggi. Hal ini akan berpengaruh terhadap keuntungan perusahaan secara keseluruhan.
Permukaan Beton Lebih Mudah Retak dan Mengelupas
Retak dan pengelupasan pada permukaan beton dapat terjadi akibat beban dan aktivitas operasional gudang yang tinggi. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jenis aktivitas serta beban harian yang bekerja pada lantai beton, agar dapat menentukan material pelapis yang tepat untuk melindungi lantai beton dan menjaga ketahanannya dalam jangka panjang di area gudang.
Baca Juga
Solusi yang Tepat
Tentu Anda tidak ingin mengalami dampak seperti di atas. Oleh sebab itu, Anda perlu menerapkan berbagai solusi yang tepat di bawah ini demi membangun permukaan beton kuat dan tahan lama:
Perkuat Permukaan Lantai Sejak Tahap Pengecoran
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memperkuat permukaan lantai sejak tahap pengecoran. Pastikan semua tahapnya dilakukan secara seksama dan sudah sesuai dengan standar yang berlaku.
Gunakan Sistem Pelapisan yang Sesuai dengan Beban Forklift
Sistem pelapisan yang sesuai dengan beban forklift tentu dibutuhkan agar beton mencapai kekuatan maksimal dan awet dalam waktu lama. Sistem ini bisa berupa pengeras atau bahan tertentu seperti lantai PU.
Contoh bahan yang bisa digunakan dalam sistem ini adalah Sika® Chapdur® dengan sifat non-metalik dan tahan terhadap abrasi, oli, serta impact. Debu juga bisa dikurangi. Menariknya, aplikasinya mudah dengan finishing seragam bila dihaluskan secara benar.
Bahan ini bisa dikombinasikan dengan Sikafloor®-933 Densifier untuk memudahkan pengerjaan dan finishing. Tak perlu khawatir karena baunya rendah. Risiko delaminisasi dan penyusutan pun akan berkurang.
Daya tahan akan meningkat dengan bahan ini. Begitu pula dengan kilap permukaan pada beton poles serta waktu penyelesaian.
Kemudian ada material epoxy Sikafloor® 374 CP SL, yang cocok untuk area gudang dengan beban ringan hingga sedang. Dengan varian warna dan hasil akhir yang glossy look, selain melindungi lantai beton, material ini juga dapat menambah nilai estetika pada area gudang.
Ada pula Sikafloor®-40 ID, material PU dengan ikatan kuat dan bebas VOC, cocok untuk beban sedang hingga berat. Ketahanan terhadap abrasi tinggi karena memiliki silika. Hasilnya terlihat tanpa sambungan, bau, maupun noda.
Perawatannya mudah dan bisa diaplikasikan pada beton berkadar air tinggi.
Pastikan Curing dan Finishing Dilakukan dengan Benar
Selain tahap pengecoran, curing dan finishing juga harus dilakukan dengan benar sesuai standar yang berlaku. Hal ini penting untuk mendukung kekuatan serta daya tahan beton terhadap beban.
Pilih Sistem yang Meningkatkan Ketahanan Abrasi, Bukan Hanya Kekuatan
Sistem floor hardener yang tahan terhadap abrasi perlu dipilih, bukan hanya fokus pada kekuatan beton saja. Contohnya adalah pengeras lantai Sika seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Lindungi Lantai Gudang dengan Sika!
Jadi, lantai gudang perlu dilindungi dengan pengeras beton yang tepat agar bisa bertahan menghadapi lalu lintas forklift. Contohnya adalah pengeras dari Sika.
Kualitas Sika sudah tidak perlu diragukan lagi. Sika telah memiliki pengalaman hingga 115 tahun dalam meng-handle proyek global, seperti Pabrik Semen Maerker di Jerman. Sika juga pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia yang bisa digunakan untuk berbagai proyek.
Dengan floor hardener dari Sika, permukaan lantai beton gudang Anda akan lebih tahan terhadap lalu lintas forklift. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk memilihnya!
Untuk solusi yang paling sesuai dengan kondisi lapangan, Anda dapat menghubungi Kontak Sika dan berkonsultasi langsung dengan tim ahli terkait kebutuhan proyek Anda.
Artikel dikurasi oleh:
Muhammad Yogi - Flooring Specialist