18/12/2025
Simak penjelasan penyebab keramik melorot serta cara mengaplikasikannya dengan tepat menggunakan perekat keramik berkualitas dari Sika!
Keramik dinding kamar mandi sering melorot karena lembap tinggi dan pemasangan awal kurang tepat pada bangunan. Masalah muncul ketika perekat keramik tidak cukup kuat menahan beban ubin basah harian kamar mandi.
Jika dibiarkan, posisi keramik bergeser perlahan dan merusak tampilan serta fungsi kamar mandi rumah Anda. Dengan teknik tepat, Anda bisa mencegah keramik turun meski lingkungan kamar mandi selalu lembap harian.
Penyebab Keramik Melorot
Keramik yang tampak rapi bisa tiba-tiba melorot tanpa disadari penyebab pastinya. Padahal, masalah ini sering berawal dari kesalahan kecil saat pemasangan yang dampaknya terasa besar.
1. Adhesi Lemah
Adhesi lemah terjadi ketika perekat keramik tidak mampu mencengkeram permukaan secara optimal dalam jangka. Ikatan yang gagal membuat keramik mudah bergeser saat menerima tekanan panas berulang setiap hari.
Kondisi ini sering muncul bila perekat diaplikasikan tipis atau sudah melewati masa pakai produk. Akibatnya, keramik perlahan melorot karena gaya gravitasi bekerja tanpa hambatan kuat dari ikatan awal.
Masalah adhesi juga dipicu permukaan dasar berdebu, licin, atau tidak dibersihkan sempurna sebelum pemasangan. Jika dibiarkan, kerusakan meluas dan berisiko membuat Anda harus membongkar seluruh area lantai terpasang.
2. Substrat Lembap
Substrat lembap membuat lapisan bawah kehilangan kekuatan karena air melemahkan struktur material secara perlahan. Kelembapan biasanya berasal dari rembesan air, nat retak, atau drainase buruk pada area lantai.
Saat kondisi ini berlangsung lama, adukan di bawah keramik menjadi rapuh dan mudah runtuh. Akibatnya, keramik kehilangan penopang stabil dan mulai terasa kopong ketika diinjak oleh Anda setiap hari.
Perubahan suhu harian memperparah keadaan karena air memuai lalu menyusut terus-menerus di dalam substrat. Jika tidak ditangani, lantai berpotensi turun dan menyebabkan keramik melorot serempak pada beberapa titik.
3. Trowel Tidak Sesuai
Penggunaan trowel tidak sesuai membuat sebaran perekat menjadi tidak merata di permukaan bawah keramik. Rongga udara terbentuk ketika gigi trowel terlalu kecil atau tekniknya keliru saat pemasangan awal.
Udara terperangkap akan memuai saat panas dan mendorong keramik dari posisinya secara perlahan naik. Tekanan berulang tersebut menyebabkan ikatan cepat melemah meski umur keramik masih baru dipakai harian.
4. Tidak Memakai Perekat Khusus Dinding
Tidak memakai perekat khusus dinding membuat perekat keramik gagal menahan beban vertikal secara aman. Semen biasa tidak dirancang menghadapi pemuaian suhu dan getaran lingkungan harian pada bidang keramik.
Akibatnya, ikatan mudah retak lalu keramik perlahan meluncur turun mengikuti gravitasi tanpa daya tahan. Perekat berkualitas buruk atau kedaluwarsa juga menurunkan performa rekat secara drastis pada aplikasi dinding.
Keramik berkualitas rendah semakin memperbesar risiko karena daya tahannya terbatas terhadap perubahan suhu ekstrem. Dengan memilih perekat tepat, Anda bisa menjaga posisi keramik tetap rapi bertahun-tahun tanpa masalah.
Baca Juga
Cara Aplikasi yang Tepat
Hasil pemasangan keramik yang rapi tidak hanya bergantung pada material, tetapi juga teknik aplikasinya. Dengan langkah yang tepat sejak awal, Anda bisa mencegah keramik melorot dan menjaga daya tahannya.
1. Gunakan Tile Adhesive Polymer-Modified
Tile adhesive polymer-modified membantu perekat keramik menahan beban vertikal dengan daya rekat fleksibel optimal. Jenis perekat ini dirancang khusus untuk dinding agar keramik tidak melorot saat pemasangan jangka panjang.
Kandungan polimer membuat ikatan tetap kuat meski terjadi perubahan suhu harian pada area terpasang keramik. Anda sebaiknya menghindari semen biasa karena tidak mampu menahan gravitasi dinding secara konsisten dalam jangka panjang.
Pemilihan produk berkualitas juga mengurangi risiko kegagalan rekat sejak awal pemasangan keramik pada dinding interior. Dengan perekat tepat, Anda memperoleh hasil rapi, awet, dan minim perbaikan ulang dalam pemakaian jangka panjang.
2. Aplikasikan Teknik Combing Vertikal
Teknik combing vertikal membantu distribusi perekat lebih merata di seluruh permukaan dinding keramik terpasang. Alur searah memudahkan udara keluar saat keramik ditekan ke posisi akhirnya dengan tekanan merata optimal.
Cara ini mencegah rongga kosong yang sering menjadi penyebab keramik melorot setelah pemasangan selesai sempurna. Anda perlu menggunakan roskam bergerigi dengan ukuran sesuai dimensi keramik dinding agar hasil maksimal stabil.
Gerakan vertikal juga membantu kontrol ketebalan perekat selama proses aplikasi pada dinding keramik Anda. Dengan teknik ini, posisi keramik lebih stabil sejak awal hingga perekat mengeras sempurna tanpa pergeseran.
3. Cek Open Time Perekat
Open time menunjukkan batas waktu perekat masih efektif merekatkan keramik dengan baik pada dinding vertikal. Jika waktu terlewati, daya rekat menurun meski pemasangan terlihat rapi di awal pengerjaan dinding keramik.
Anda harus membaca petunjuk produk agar tidak salah memperkirakan durasi kerja perekat saat aplikasi dinding. Perekat yang sudah mengering sebagian sulit menciptakan ikatan optimal dengan keramik pada bidang dinding vertikal.
Kesalahan ini sering terjadi saat pemasangan terburu-buru atau cuaca terlalu panas di lokasi proyek Anda. Memperhatikan open time membantu Anda menjaga kualitas rekat tetap maksimal selama proses pemasangan keramik dinding.
4. Pastikan Dinding Kering & Bersih
Dinding yang kotor atau lembap dapat melemahkan ikatan sejak tahap awal pemasangan keramik dinding Anda. Debu, minyak, dan cat terkelupas menghalangi perekat menempel secara sempurna pada permukaan dinding keramik.
Anda perlu membersihkan dan meratakan bidang sebelum aplikasi perekat dimulai agar hasil pemasangan lebih awet. Permukaan terlalu basah juga membuat adukan kehilangan kekuatan rekatnya saat proses pengeringan awal dinding keramik.
Pastikan dinding benar-benar kering namun tidak menyerap air berlebihan sebelum pemasangan keramik dilakukan oleh Anda. Dengan kondisi ideal, keramik terpasang lebih stabil dan tahan lama pada dinding rumah Anda sehari-hari.
Keramik Dinding Rapi Bertahun-Tahun dengan Perekat Sika!
Dinding kamar mandi yang kuat tentu harus didukung pemilihan perekat keramik berkualitas, serta teknik aplikasi tepat. Dengan cara ini, Anda bisa mencegah keramik melorot serta menjaga tampilan dinding tetap rapi, kuat, dan tahan lama.
Sika telah berkiprah lebih dari 114 tahun dalam menangani proyek konstruksi berskala global dengan tantangan teknis tinggi. Di Indonesia, Sika dipercaya pada proyek strategis seperti MRT Indonesia hingga Gedung BUMN Center.
Sika juga dikenal sebagai inovator awal teknologi waterproofing berbasis semen untuk menjaga performa dan ketahanan struktur bangunan. Rangkaian produk SikaCeram Series terbukti tangguh di berbagai kondisi lingkungan ekstrem dan beragam kebutuhan aplikasi.
SikaCeram®-255 Big Slab memiliki tingkat deformabilitas tinggi sehingga mampu meminimalkan risiko keramik besar melorot secara vertikal. Waktu kerja yang lebih panjang membantu proses pemasangan menjadi lebih mudah dengan hasil akhir halus dan stabil.
SikaCeram®-200 TA TileFix menawarkan daya rekat ekstra kuat untuk keramik berukuran besar maupun area yang sering terendam air. Produk ini mendukung metode tile on tile serta praktis diaplikasikan hanya dengan menambahkan air.
SikaCeram®-180 TileFix ideal untuk granit, aplikasi dinding, dan area basah non-terendam dengan performa rekat yang konsisten. Proses aplikasinya sederhana dan efisien sehingga membantu pemasangan terlihat rapi serta lebih awet.
SikaCeram®-150 CA TileFix dikembangkan khusus untuk lantai dan area kering agar posisi keramik tetap stabil. Penggunaannya mudah, memberikan hasil akhir yang bersih, serta daya tahan yang baik untuk penggunaan jangka panjang.
Ingin hasil maksimal tanpa ribet? Gunakan produk Sika untuk solusi perekat keramik yang terpercaya melalui Official Store Sika, serta temukan informasi menarik lainnya di website Sika Indonesia.
Artikel dikurasi oleh:
Ardan Adhyaksana - Building Finishing Specialist