18/03/2026
Mortar Tile Setting Adhesive

Keramik lepas bukan cuma karena perekat keramik! Temukan bagaimana sistem drainase yang buruk merusak daya rekat lantai dan solusi pencegahannya.


Penggunaan perekat keramik yang berkualitas tinggi memang menjadi fondasi utama dalam pemasangan lantai. Namun material terbaik sekalipun tetap memiliki musuh alami yaiut air yang terjebak.

Keramik yang terangkat (popping) atau mudah lepas sering kali dianggap disebabkan oleh kualitas material atau kesalahan pemasangan semata. Padahal ada faktor lain yang kerap luput dari perhatian, yaitu sistem drainase bangunan.

Drainase yang tidak bekerja dengan baik dapat menyebabkan air tertahan di permukaan maupun di bawah lapisan keramik, sehingga memengaruhi kekuatan daya rekat dalam jangka panjang.
 

Mengapa Drainase Berperan Penting pada Ketahanan Keramik?

Sistem drainase bukan sekadar pelengkap bangunan, melainkan pelindung struktur lantai. Berikut adalah alasan mengapa drainase yang baik menentukan umur panjang keramik Anda:

1. Mengalirkan Air dari Permukaan Lantai 

Drainase yang efektif memastikan air segera mengalir ke lubang pembuangan (floor drain). Tanpa aliran yang cepat, air akan mencari celah sekecil apa pun untuk meresap ke dalam struktur.

2. Mencegah Terjadinya Genangan Air 

Genangan air yang dibiarkan terlalu lama menciptakan kelembapan konstan. Kelembapan ini adalah pemicu utama rusaknya ikatan kimia pada campuran semen atau perekat konvensional.

3. Mengurangi Tekanan Air pada Lapisan Bawah Keramik 

Air yang terperangkap di bawah keramik dapat menciptakan tekanan hidrostatis. Saat suhu meningkat, air ini menguap dan mendorong keramik ke atas, menyebabkan fenomena keramik meledak atau terlepas.

4. Menjaga Kondisi Perekat Tetap Stabil 

Perekat keramik membutuhkan kondisi yang relatif stabil untuk mempertahankan daya cengkeramnya. Fluktuasi kelembapan yang ekstrem akibat drainase buruk akan membuat lapisan perekat mengalami kembang susut yang merusak.

5. Melindungi Sistem Lantai Secara Menyeluruh

Drainase yang baik melindungi tidak hanya keramik, tetapi juga lapisan screed dan beton di bawahnya dari kerusakan akibat paparan air terus-menerus.

internal artikel maret 2026

Dampak Drainase Buruk terhadap Pemasangan Keramik

Apa yang terjadi jika air tidak dialirkan dengan benar? Rangkaian kerusakan ini biasanya terjadi secara bertahap namun pasti:

1. Air Mengendap di Permukaan Lantai 

Efek paling awal adalah lantai yang selalu terasa lembap dan licin, yang memicu tumbuhnya lumut di area nat.

2. Rembesan Air Masuk Melalui Nat 

Nat keramik bersifat sedikit berpori. Jika air menggenang, air akan masuk ke bawah keramik dan merusak mortar atau perekat.

3. Pelemahan Daya Rekat Perekat Keramik 

Air yang masuk ke bawah permukaan akan melunakkan lapisan perekat. Hal ini membuat cengkeraman antara keramik dan lantai dasar (substrate) perlahan menghilang.

 


4. Munculnya Bunyi Kopong pada Keramik 

Saat perekat mulai lepas namun keramik belum terangkat, akan muncul bunyi "klung" atau kopong saat diinjak. Ini adalah tanda bahaya bahwa ada rongga udara dan air di bawahnya.

5. Risiko Keramik Terangkat atau Lepas 

Pada tahap akhir, keramik akan benar-benar terlepas dari dudukannya. Jika terjadi di area luas secara bersamaan, keramik bisa pecah karena tekanan udara (popping).

Area Bangunan yang Paling Rentan Mengalami Masalah Drainase

Beberapa area membutuhkan perhatian ekstra karena paparan airnya yang tinggi, antara lain:

1. Balkon dan Teras Terbuka

Area ini terkena hujan langsung. Jika kemiringan lantai tidak tepat, air akan meresap ke dalam struktur bangunan dan menyebabkan kebocoran hingga ke lantai bawah.

2. Rooftop dan Dak Beton

Sebagai area paling atas, dak beton yang keramiknya lepas akibat drainase buruk sering kali menjadi sumber kebocoran utama rumah.

3. Area Outdoor dan Halaman

Tanah yang tidak stabil dikombinasikan dengan drainase buruk membuat keramik outdoor sangat mudah pecah.

4. Kamar Mandi dan Area Basah

Ini adalah area dengan intensitas air tertinggi. Kesalahan kecil pada posisi floor drain bisa berakibat fatal pada keawetan lantai.

5. Carport dan Jalur Masuk Kendaraan 

Selain beban kendaraan, air hujan yang membawa lumpur dapat menyumbat drainase dan mempercepat kerusakan keramik carport.

Kesalahan Umum dalam Perencanaan Drainase Lantai

Seringkali, masalah keramik lepas dimulai dari meja perencanaan atau saat pengerjaan awal konstruksi. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi:

1. Kemiringan Lantai Tidak Optimal 

Banyak kontraktor mengabaikan kemiringan minimal (biasanya 1–2%) menuju lubang pembuangan, sehingga air tetap tertahan di tengah ruangan.

2. Posisi Saluran Air Kurang Tepat

Meletakkan floor drain di titik yang lebih tinggi dari sudut ruangan adalah kesalahan fatal yang sering terjadi.

3. Jumlah Floor Drain Tidak Memadai

Untuk area luas seperti rooftop, satu lubang pembuangan sering kali tidak cukup untuk menangani debit air hujan deras.

4. Permukaan Lantai Tidak Rata

Gelombang pada permukaan lantai menciptakan cekungan-cekungan kecil tempat air bersembunyi di bawah keramik.

5. Tidak Mengintegrasikan Waterproofing

Memasang keramik tanpa lapisan waterproofing di bawahnya (terutama di area basah) membuat air yang meresap melalui nat langsung merusak struktur beton.

Cara Mencegah Keramik Mudah Lepas akibat Drainase

Untuk menghindari biaya perbaikan yang mahal di kemudian hari, lakukan langkah-langkah preventif berikut:

1. Perencanaan Kemiringan Lantai Sejak Awal 

Pastikan level lantai diatur sedemikian rupa sehingga air mengalir secara alami menuju saluran pembuangan. Gunakan alat waterpass untuk memastikan presisi kemiringan.

2. Sistem Drainase yang Efektif

Gunakan pipa pembuangan dengan diameter yang cukup dan pastikan instalasi pipa tidak memiliki banyak tekukan tajam yang berisiko tersumbat.

3. Perlindungan Lapisan Bawah Keramik

Sebelum memasang keramik, pastikan lantai dasar sudah dilapisi dengan cairan waterproofing. Ini mencegah air yang merembes melalui nat masuk lebih dalam ke struktur bangunan.

4. Penggunaan Perekat yang Sesuai Area

Jangan hanya menggunakan semen biasa. Gunakan perekat keramik instan yang memiliki daya rekat tinggi dan tahan terhadap kelembapan, terutama untuk area luar ruangan atau area basah.

5. Pemeriksaan Aliran Air Secara Berkala

Bersihkan floor drain dari rambut atau kotoran secara rutin. Pastikan tidak ada nat yang retak, karena nat yang rusak adalah pintu masuk utama air ke bawah lapisan keramik.

Ini Dia Perekat Keramik untuk Bangunan Anda

Masalah keramik yang mudah lepas sering kali merupakan "gejala" dari sistem drainase yang tidak sehat. Dengan memastikan air mengalir dengan lancar dan tidak menggenang, Anda telah memberikan perlindungan terbaik bagi lantai Anda.

Kombinasi antara drainase yang efektif, perencanaan kemiringan yang tepat, dan penggunaan material perekat yang berkualitas adalah kunci lantai yang kokoh dan tahan lama.

Untuk memastikan hasil pemasangan keramik yang maksimal dan tahan terhadap tantangan kelembapan, Anda bisa menggunakan SikaCeram®-180 GA.

Produk ini adalah perekat keramik instan yang dirancang khusus dengan daya rekat ekstra kuat, sangat cocok untuk berbagai jenis keramik dan granit.

Pas juga untuk di dinding, lantai, area interior, eksterior, area kering dan basah yang tidak terendam. Penggunaannya juga mudah, cukup menambahkan air saja.

Sika telah berpengalaman selama 115 tahun dan sudah handle baik itu project nasional maupun internasional. Proyek yang sudah diselesaikan di Indonesia di antaranya adalah Apurva Kempinski Bali.

Sementara untuk proyek internasional, Sika telah merampukan project Paroki Lutherian Evangelik. Sika juga yang pertama kali mencetuskan waterproofing semen di Indonesia.

Untuk itu, hilangkan keraguan Anda dalam persoalan perekat keramik, dengan produk Sika. Anda bisa mendapatkan produknya melalui Official Shopee Sika. Jika ingin mencari tahu lebih lanjut terkait produk Sika lainnya, kunjungi saja situs Sika Indonesia.

Artikel dikurasi oleh:

Ardan Adhyaksana - Building Finishing Specialist

Tonton Juga