05/05/2026
Simak pembahasan pada artikel ini untuk mengetahui penyebab sealant retak hingga cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi terjadinya risiko tersebut.
Table of Content
Mengapa Sealant Bisa Cepat Retak
- Pergerakan Sambungan yang Melebihi Kemampuan Sealant
- Paparan Cuaca, Panas, dan Kelembapan yang Ekstrem
- Pemilihan Sealant yang Tidak sesuai Area Aplikasi
Faktor Aplikasi yang Sering Menyebabkan Retak
- Permukaan Belum Siap atau Kurang Bersih sebelum Aplikasi
- Dimensi Sambungan dan Ketebalan Aplikasi yang Tidak Tepat
- Proses Aplikasi dan Curing yang Kurang Optimal
Cara Mengurangi Risiko Sealant Cepat Retak
- Menyesuaikan Jenis Sealant dengan Material dan Lokasi Aplikasi
- Memastikan Persiapan Permukaan dan Detail Sambungan Sudah Tepat
- Mengutamakan Produk dengan Fleksibilitas dan Ketahanan Cuaca yang Baik
Gunakan Sealant Berkualitas Sika untuk Hasil yang Lebih Tahan Lama
Sealant merupakan material yang menjaga kerapatan sekaligus mempertahankan fleksibilitas sambungan. Dengan adanya sealant, permukaan menjadi terlindungi dari perubahan cuaca, masuknya air, dan pergerakan material.
Namun pada kenyataannya, kondisi sealant retak cukup sering ditemukan pada area sambungan bangunan.
Hal ini dipicu karena pada beberapa kondisi, sealant bisa alami keretakan lebih cepat. Apabila situasi ini dibiarkan, maka perlindungan dari sealant akan menurun bahkan berpotensi memicu kerusakan lanjutan.
Untuk itu, simak apa saja hal-hal yang menyebabkan sealant cepat retak hingga cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya berikut ini.
Mengapa Sealant Bisa Cepat Retak
Sealant idealnya dapat menjaga sambungan tetap tertutup rapat dan fleksibel dalam waktu lama. Namun pada kondisi tertentu, sealant bisa lebih cepat rusak. Jika tidak diperhatikan dengan baik, hal ini dapat membuat fungsi perlindungannya menurun lebih cepat.
Berikut akan diberikan beberapa faktor yang kemungkinan menjadi penyebab kondisi sealant di bangunan Anda alami keretakan.
Pergerakan Sambungan yang Melebihi Kemampuan Sealant
Sealant memang dirancang untuk mengikuti pergerakan sambungan akibat perubahan suhu, getaran, atau pergeseran material.
Namun jika pergerakan yang terjadi terlalu besar dan melebihi tingkat elastisitas sealant, material ini pada akhirnya bisa mengalami retak.
Kondisi ini cukup sering terjadi pada area yang terus mengalami ekspansi dan kontraksi, terutama jika jenis sealant yang digunakan tidak memiliki fleksibilitas yang cukup baik.
Paparan Cuaca, Panas, dan Kelembapan yang Ekstrem
Penyebab sealant retak yang kedua yaitu cuaca. Kondisi cuaca seperti panas matahari, hujan, hingga tingkat kelembapan yang ekstra dan terpapar secara terus-menerus dapat membuat kualitas sealant menjadi menurun.
Apabila diabaikan, permukaan sealant bisa berubah menyusut, menjadi kaku, dan kehilangan elastisitasnya. Kondisi sealant yang demikian cenderung lebih berisiko mengalami retak dan membuatnya tidak bisa melindungi celah/sambungan dengan maksimal.
Pemilihan Sealant yang Tidak sesuai Area Aplikasi
Satu hal yang harus Anda tahu, tidak semua jenis sealant akan cocok digunakan untuk setiap area aplikasi. Jika sealant yang digunakan ternyata tidak sesuai kebutuhan, performanya tentu akan kurang optimal.
Sebagai contoh jika Anda menggunakan produk sealant khusus interior di bagian luar bangunan yang sering terpapar cuaca ekstrem, maka materialnya akan lebih gampang rusak. Oleh karena itu, pemilihan sealant sesuai kebutuhan sangat penting supaya hasil aplikasinya lebih tahan lama. Dan untuk penggunaan sealant di area outdoor, harus menggunakan sealant yang memiliki ketahanan terhadap cuaca & UV serta fleksibilitas yang tinggi.
Baca Juga
Faktor Aplikasi yang Sering Menyebabkan Retak
Selain faktor lingkungan yang menjadi penyebab di atas, nyatanya kesalahan pada saat proses aplikasi juga bisa menjadi pemicu sealant di bangunan Anda mengalami retak. Apa saja faktor aplikasi yang dimaksud? Simak pembahasan berikut.
Permukaan Belum Siap atau Kurang Bersih sebelum Aplikasi
Saat proses aplikasi, kesiapan permukaan menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan sealant. Permukaan harus dalam kondisi yang yang kuat/solid, bersih, bebas debu dan minyak, serta tidak lembap.
Sementara apabila permukaan tidak memenuhi syarat/tidak baik, maka daya rekat sealant akan berkurang yang menyebabkan material gampang lepas dan retak. Untuk itu, proses persiapan permukaan perlu dilakukan dengan baik agar sealant dapat tahan lebih lama & kuat.
Dimensi Sambungan dan Ketebalan Aplikasi yang Tidak Tepat
Ukuran sambungan dan ketebalan sealant juga berpengaruh terhadap ketahanannya. Aplikasi yang terlalu tipis membuat sealant lebih mudah robek saat sambungan bergerak, sedangkan aplikasi yang terlalu tebal dapat mengurangi fleksibilitas material.
Jika dimensi sambungan tidak disesuaikan dengan benar, sealant akan lebih cepat mengalami kerusakan dan tidak mampu bekerja secara optimal.
Proses Aplikasi dan Curing yang Kurang Optimal
Sealant dapat mengalami keretakan akibat proses aplikasi dan curing yang tidak dilakukan dengan benar. Saat pemasangan, gunakan sealant gun untuk memastikan aplikasi material lebih merata dan sesuai kebutuhan. Pada tahap perapihan, hindari penggunaan alat tajam yang berisiko merusak permukaan sealant. Selain itu, jangan menggunakan solvent atau alkohol karena dapat mengganggu proses curing dan memengaruhi performa sealant setelah mengeras.
Menyesuaikan Jenis Sealant dengan Area Aplikasi
Agar sealant tetap awet dan tidak mudah retak, proses pemilihan material hingga aplikasinya perlu diperhatikan dengan baik. Langkah yang tepat sejak awal dapat membantu menjaga daya rekat dan fleksibilitas sealant sehingga perlindungan pada area sambungan tetap optimal dalam jangka waktu lebih lama. Berikut penjelasannya.
Menyesuaikan Jenis Sealant dengan Material dan Lokasi Aplikasi
Setiap area memiliki kebutuhan sealant yang berbeda. Untuk aplikasi di area luar bangunan, pilih sealant yang mampu menahan paparan cuaca, termasuk panas, hujan, serta perubahan suhu, dengan tingkat fleksibilitas yang baik.
Selain itu, jenis material yang digunakan juga memengaruhi daya rekat sealant. Oleh karenanya, memilih sealant yang sesuai dengan kondisi aplikasi dapat membantu hasil sambungan lebih awet dan tidak mudah retak.
Memastikan Persiapan Permukaan dan Detail Sambungan Sudah Tepat
Sebelum aplikasi dilakukan, permukaan sambungan perlu dipastikan dalam kondisi kuat/solid, bersih dan siap digunakan. Debu, minyak, atau sisa material lain dapat mengurangi daya rekat sealant sehingga hasilnya kurang maksimal.
Dimensi/ukuran celah/sambungan juga perlu diperhatikan agar sealant memiliki ruang yang cukup untuk mengikuti pergerakan material tanpa mudah mengalami kerusakan.
Mengutamakan Produk dengan Fleksibilitas dan Ketahanan Cuaca yang Baik
Sealant yang memiliki fleksibilitas tinggi umumnya lebih mampu mengikuti perubahan dan pergerakan sambungan tanpa mudah retak. Ketahanan terhadap cuaca juga penting, terutama untuk area yang sering terkena panas matahari, hujan, atau kelembapan tinggi.
Dengan memilih produk yang tepat, performa sealant dapat tahan lebih lama dan risiko kerusakan dini atau sealant retak bisa dikurangi.
Pilih Material Sealant Terbaik dari Sika
Dari pembahasan di atas diketahui bahwa sealant yang cepat retak umumnya disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari pergerakan sambungan yang berlebihan, paparan cuaca ekstrem, hingga proses aplikasi yang kurang tepat.
Untuk itu, memilih material yang sesuai kebutuhan proyek dan mengaplikasikannya dengan benar merupakan hal yang penting supaya material tersebut tahan lama dan menjalankan fungsinya dengan optimal.
Sika menawarkan solusi berbagai pilihan sealant yang memiliki daya rekat baik. Beberapa di antaranya, yaitu Sikasil®-701 yang tahan cuaca dan fleksibel yang cocok untuk celah material dengan permukaan tidak berpori seperti kaca, aluminium & ACP area outdoor dengan keunggulan mudah diaplikasikan, Sikasil®-111 Multipurpose, sebagai sealant multifungsi yang diaplikasikan untuk area indoor pada celah di berbagai permukaan material, Sikasil® MultiPlus-T yang lebih tahan jamur diaplikasikan di area kamar mandi & dapur.
Selain itu, ada juga pilihan Sikaflex®-11FC+ yang elastis dan tahan lama yang berfungsi sebagai penutup celah & perekat serba guna, Sikaflex® 140 Construction, Sikaflex® Construction+ SikaHyflex® 250 Façade yang tahan cuaca, ketahanan terhadap pergerakan tinggi, dan dapat dicat. Sikaflex® PRO-3 sebagai penutup celah lantai & dinding yang tahan kimia dan mekanikal tinggi dengan emisi rendah, serta Sikaflex®-117 Metal Force yang melekat baik pada metal/logam dan stabilitas tinggi di tengah cuaca ekstrem.
Anda tidak perlu ragu menggunakan produk-produk Sika karena perusahaan ini sudah memiliki pengalaman selama 115 tahun di bidangnya. Selama periode tersebut Sika banyak dijadikan solusi proyek global, termasuk salah satunya pada The Apurva Kempinski Bali tahun 2017.
Apabila Anda sedang mencari produk yang tepat untuk sebuah proyek, Anda bisa memastikan kesesuaian produk dengan mengonsultasikan kebutuhannya dengan tim teknis Sika melalui kontak resmi: Kontak/Dukungan Sika Indonesia.
Informasi lengkap mengenai solusi sealant adhesive untuk menutup sambungan dan mencegah risiko sealant retak di bangunan Anda tersedia di halaman resmi Sika.
Artikel dikurasi oleh:
Christiyane Saputra - Specification Manager & TM Manager Sealing Bonding