19/03/2026
Nat keramik berlubang bisa sebabkan timbul rayap, hingga keramik terangkat. Ketahui penyebab dan cara memperbaikinya dengan lem keramik tepat!
Nat keramik berlubang tidak selalu berbahaya, tetapi bisa mengganggu kenyamanan dan kebersihan rumah Anda. Kondisi ini dapat terjadi akibat pemasangan kurang tepat atau penggunaan lem keramik yang tidak sesuai.
Lubang pada nat juga berpotensi menjadi tempat berkumpulnya semut, rayap, serta kotoran yang sulit dibersihkan. Dengan memahami penyebabnya lebih awal, Anda dapat mencegah kerusakan lantai sekaligus menjaga hunian tetap rapi.
Penyebab Nat Keramik Berlubang
Nat keramik yang berlubang biasanya muncul secara bertahap tanpa disadari oleh pemilik rumah. Adapun penyebab yang umum terjadi biasanya diakibatkan karena beberapa hal:
1. Penggunaan Cairan Pembersih Keras
Beberapa cairan pembersih lantai memiliki kandungan asam yang cukup kuat dan bersifat korosif. Jika digunakan terlalu sering, zat kimia tersebut perlahan merusak lapisan pelindung pada nat keramik.
Akibatnya, permukaan nat menjadi rapuh, terkikis, dan akhirnya menimbulkan lubang kecil. Anda sebaiknya memilih pembersih yang lebih lembut agar nat tetap kuat dan tidak cepat rusak.
2. Suhu Kelembapan Tinggi
Area dengan tingkat kelembapan tinggi membuat nat keramik terus-menerus terpapar air dan uap. Kondisi ini sering terjadi pada kamar mandi, dapur, atau area yang sering terkena cipratan air.
Paparan air dalam waktu lama dapat melemahkan struktur nat hingga mudah terkikis. Jika dibiarkan, nat yang lembap akan semakin rapuh dan perlahan membentuk lubang kecil.
3. Pemasangan Kurang Maksimal
Pemasangan keramik yang kurang rapi sering menyebabkan nat tidak terisi secara padat. Campuran bahan pengisi nat yang tidak tepat juga membuat struktur nat menjadi keropos.
Selain itu, penggunaan lem keramik yang tidak sesuai dapat memengaruhi stabilitas pemasangan keramik. Akibatnya, nat lebih mudah retak, terkikis, dan mengalami kerusakan seiring waktu.
4. Pergerakan Struktur Bangunan
Bangunan rumah dapat mengalami perubahan struktur akibat pergeseran tanah atau penurunan pondasi. Pergerakan kecil pada struktur ini dapat menimbulkan tekanan pada susunan keramik.
Tekanan tersebut membuat nat retak, terlepas, bahkan membentuk celah kecil di antara keramik. Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan nat dapat semakin meluas dan mengganggu tampilan lantai.
Dampak Membiarkan Nat Keramik Berlubang
Nat keramik yang dibiarkan berlubang sering dianggap masalah kecil dan kerap diabaikan. Padahal kondisi ini dapat memicu kerusakan lain yang memengaruhi kekuatan lantai serta kenyamanan rumah Anda.
Baca Juga
1. Rembesan Air
Nat yang berlubang dapat menjadi jalur masuk air ke bagian bawah keramik tanpa Anda sadari. Air yang terus meresap berpotensi merusak lapisan dasar lantai serta struktur di bawahnya.
Jika kondisi ini berlangsung lama, daya rekat lem keramik dapat melemah secara bertahap. Akibatnya keramik tidak lagi menempel sempurna dan berisiko menimbulkan kerusakan pada permukaan lantai.
2. Tumbuh Jamur dan Lumut
Area lembap di bawah keramik menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur. Jamur biasanya muncul sebagai noda hitam yang membuat permukaan lantai terlihat kotor.
Selain itu, lumut juga dapat berkembang pada nat yang terus terkena air. Kondisi ini sering menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan ruangan.
3. Sarang Serangga dan Rayap
Celah pada nat keramik yang rusak dapat menjadi akses masuk bagi berbagai jenis serangga. Semut dan rayap sering memanfaatkan ruang kecil tersebut sebagai tempat berlindung.
Jika dibiarkan, rayap berpotensi menyebar dan menyerang material rumah berbahan kayu. Masalah kecil pada nat pun akhirnya dapat berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
4. Keramik Terangkat
Air yang mengendap di bawah keramik dapat merusak daya rekat pada lapisan pemasangan. Ketika daya rekat melemah, keramik mulai terasa kopong saat Anda menginjak permukaannya.
Dalam kondisi tertentu, keramik bahkan dapat terangkat atau terlepas dari lantai. Kerusakan ini tidak hanya mengganggu tampilan ruangan tetapi juga berisiko membahayakan penghuni rumah.
Cara Mengatasi Nat Keramik yang Berlubang
Nat keramik yang berlubang sebenarnya dapat diperbaiki tanpa harus mengganti seluruh keramik. Dengan langkah yang tepat, Anda dapat mengembalikan kondisi nat agar kembali rapat dan tahan lama.
1. Bersihkan dan Bongkar Nat Lama
Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah membongkar nat lama yang sudah rusak. Gunakan alat pengerok nat seperti grout saw atau kape untuk mengikis bagian rapuh.
Pastikan seluruh nat yang retak, berlubang, atau berjamur sudah dibersihkan dari celah keramik. Celah antar keramik yang bersih membantu material nat baru menempel lebih kuat dan merata.
2. Pastikan Area Kering
Setelah proses pembersihan selesai, Anda perlu memastikan area perbaikan dalam kondisi benar-benar kering. Kelembapan yang tersisa dapat mengganggu proses penempelan nat baru pada celah keramik.
Hal ini juga dapat memengaruhi daya rekat lem keramik di bawah ubin jika terkena air. Karena itu, biarkan area tersebut mengering terlebih dahulu sebelum proses pengisian nat dimulai.
3. Aplikasikan Nat Baru
Pilih bahan pengisi nat berkualitas seperti semen nat khusus atau epoxy grout tahan air. Campurkan bahan tersebut dengan air sesuai perbandingan yang dianjurkan hingga membentuk pasta kental.
Gunakan roskam karet atau kape untuk memasukkan adukan nat ke dalam celah keramik. Tekan adukan dengan kuat agar seluruh celah terisi penuh dan tidak menyisakan rongga.
4. Merapikan Sisa Nat
Setelah celah keramik terisi, ratakan permukaan nat menggunakan roskam karet agar terlihat rapi. Pastikan tidak ada sisa nat yang menempel pada permukaan keramik di sekitarnya.
Biarkan nat mengering selama sekitar delapan hingga dua belas jam sebelum proses pembersihan. Setelah cukup kering, bersihkan sisa material menggunakan lap basah atau spons lembut.
5. Pelapisan Waterproofing
Untuk area lembap seperti kamar mandi, Anda dapat menambahkan lapisan pelindung pada nat. Lapisan sealant waterproof membantu mencegah air merembes ke celah keramik di kemudian hari.
Perlindungan ini juga membantu mengurangi risiko munculnya jamur pada nat keramik. Dengan pelapisan tambahan tersebut, nat akan lebih tahan lama dan lebih mudah dirawat.
Atasi Nat Keramik Berlubang Sebelum Rusak dengan Sika!
Nat keramik yang berlubang sebaiknya segera diperbaiki agar tidak memicu kerusakan lebih parah. Dengan perbaikan tepat dan penggunaan lem keramik berkualitas, Anda dapat menjaga kekuatan serta kerapian pemasangan keramik.
Sika telah hadir lebih dari 115 tahun, yang hadir mengembangkan teknologi waterproofing berbasis semen pertama untuk kebutuhan berbagai proyek konstruksi berstandar tinggi di dunia.
Di Indonesia, keandalan Sika tercermin dari keterlibatannya dalam sejumlah proyek infrastruktur besar, termasuk pembangunan MRT Indonesia dan M-Town Residences di Tangerang.
Berkat inovasi berkelanjutan tersebut, Sika menghadirkan berbagai produk perekat yang telah teruji kualitasnya dan mampu bekerja optimal pada beragam kondisi lingkungan.
Untuk kebutuhan perbaikan nat keramik, Anda bisa menggunakan Sika Tile Grout, berbahan dasar semen yang praktis digunakan dan siap pakai. Produk ini membantu mencegah retak, memiliki aplikasi non-sag, serta menghasilkan warna nat konsisten.
Selain itu ada SikaCeram TileGrout Additive, bahan tambahan yang meningkatkan daya rekat serta ketahanan nat keramik. Mudah digunakan, lebih tahan terhadap cairan pembersih kimia, serta membantu mencegah pertumbuhan jamur dan lumut.
Kemudian juga ada SikaCeram 850/855, nat berwarna berbahan dasar epoksi dua komponen untuk celah keramik berukuran 2–5 mm. Menghasilkan finishing glossy yang halus, tahan bahan kimia, dan mudah diaplikasikan dengan cartridge gun.
Dapatkan produk originalnya sekarang juga melalui marketplace resmi di Sika Official Store.
Artikel dikurasi oleh:
Ardan Adhyaksana - Building Finishing Specialist