12/12/2025
Lantai beton industri mengalami masalah kerusakan? Simak langkah mengatasinya serta lindungi dengan floor hardener dan densifier yang tepat!
Beton industri terkena aktivitas yang lebih berat. Potensi tumpahan bahan kimia, suhu tinggi, dan mobilitas yang padat perlahan membuat permukaannya rusak. Itulah mengapa beton harus dilengkapi floor hardener yang tepat.
Masalah pada beton cukup beragam, mulai retak hingga pelapukan. Untuk itu, Anda perlu mengetahui secara lengkap dan mengikuti tips mengatasinya di sini! Jangan sampai kerusakan dibiarkan terlalu lama.
Masalah yang Sering Muncul pada Beton
Beberapa masalah berikut adalah yang paling sering terjadi pada beton. Mari perhatikan dan pastikan kondisi beton Anda tak serupa!
1. Abrasi & Debu
Masalah abrasi dan debu sering terjadi pada beton. Kedua hal ini tidak selalu terlihat di awal, tetapi efeknya terasa seiring waktu. Abrasi biasanya terjadi karena gesekan terus-menerus dari lalu lintas padat.
Permukaan beton bisa menipis dan kehilangan kekuatan. Di sisi lain, debu muncul ketika struktur mulai melemah. Serpihan halus terlepas dari permukaan dan menyebar ke area sekitar.
Kondisi ini membuat beton tampak kusam dan kotor. Jika dibiarkan, retakan kecil mulai bermunculan. Lama-kelamaan masalahnya bisa semakin besar.
2. Retak Rambut dan Retak Struktur
Retak rambut juga sering muncul tanpa disadari. Anda mungkin pernah melihatnya seperti garis tipis yang tampak sepele. Bentuknya memang kecil, tetapi menunjukkan adanya perubahan pada struktur.
Retak ini biasanya terjadi karena penyusutan saat beton mengering. Terkadang juga muncul akibat perubahan cuaca yang terlalu cepat. Permukaan beton menjadi kurang stabil dan akhirnya muncul garis-garis halus.
Meski tidak langsung membahayakan, retak rambut bisa melebar jika dibiarkan. Air mudah masuk melalui celah kecil itu dan membuat beton perlahan melemah.
Apabila lebar retakan sudah melebihi 1,5 mm, yang dikenal sebagai retak struktur, diperlukan tindakan perbaikan pada lantai beton agar kondisi kerusakan tidak semakin parah.
3. Permukaan Beton Mengelupas
Permukaan beton dapat mengalami pengelupasan akibat proses curing atau perawatan yang tidak dilakukan dengan tepat. Beton membutuhkan waktu pengeringan dan perawatan yang sesuai agar kekuatannya berkembang secara optimal dan terhindar dari kerusakan permukaan.
Apabila proses curing berlangsung terlalu cepat, misalnya karena suhu yang terlalu tinggi, hembusan angin, atau tingkat kelembapan yang tidak memadai, maka risiko pengelupasan permukaan beton akan meningkat.
Secara umum, beton mencapai kekuatan optimal pada usia 28 hari. Oleh karena itu, selama periode tersebut, proses curing harus dilakukan dengan benar untuk memastikan hasil yang maksimal dan mencegah terjadinya pengelupasan pada permukaan lantai beton.
4. Permukaan Tidak Rata
Masalah permukaan yang tidak rata ini muncul karena proses pengecoran tidak berjalan mulus. Kadang juga terjadi karena campuran tidak tersebar merata. Pemadatan kurang maksimal menjadikan bagian tertentu jadi lebih tinggi atau lebih rendah.
Permukaan yang bergelombang ini membuat area kerja terasa kurang nyaman. Peralatan pun bisa terganggu saat melintas. Jika dibiarkan, ini bisa berkembang menjadi lebih parah.
Masalah ini membuat beton lebih cepat aus dan mudah rusak. Untuk itu, pengaplikasian floor hardener sejak awal memang menjadi hal penting untuk dilakukan.
5. Noda Oli
Noda oli pada beton industri sering muncul akibat aktivitas mesin yang berlangsung setiap hari. Tetesan kecil yang jatuh ke lantai lambat laun meresap ke pori-pori beton. Warnanya menggelap dan sulit hilang jika tidak dibersihkan sejak awal.
Hal ini membuat area kerja terlihat kotor dan kurang terawat. Selain itu, lapisan oli yang menempel dapat membuat permukaan menjadi licin. Risiko tergelincir pun meningkat bagi pekerja yang melintas.
6. Struktur Melemah
Terakhir, struktur yang melemah juga menjadi masalah penting pada beton. Perubahan ini biasanya dipicu oleh beban kerja yang terus menekan permukaan setiap hari. Getaran mesin dan lalu lintas alat berat juga memberi beban tambahan.
Lama-kelamaan, daya dukung beton mulai turun. Tanda-tandanya muncul dari permukaan yang mudah terkelupas atau bagian tertentu yang retak. Anda bisa mengatasinya dengan densifier yang mendukung kekuatan beton.
Semua masalah di atas rentan terjadi pada lantai beton industri. Ini adalah yang perlu diperhatikan dan diatasi dengan maksimal.
Solusi Perbaikan terhadap Masalah yang Timbul pada Beton
Masalah di atas bisa Anda atasi dengan langkah yang tepat. Tenang saja, berikut ini beberapa tips untuk meminimalisir kerusakan dan mengembalikan kekuatan beton.
Hardener untuk Kekuatan Permukaan
Lantai beton industri memerlukan penggunaan floor hardener sebagai penguat permukaan. Bahan ini bekerja dengan cara mengisi pori-pori beton sehingga lapisan atas menjadi lebih padat.
Proses ini membuat beton lebih tahan terhadap gesekan dan benturan. Hardener juga membantu mengurangi debu yang biasanya muncul dari permukaan yang mulai rapuh. Setelah diaplikasikan, lantai terasa lebih keras dan stabil saat digunakan.
Area kerja menjadi lebih aman, terutama di tempat yang sering dilalui mesin berat. Penggunaan hardener bisa memberikan perlindungan jangka panjang.
Densifier untuk Memadatkan Pori
Densifier juga bisa memadatkan pori-pori di dalam beton. Bahan ini meresap ke bagian dalam dan bereaksi dengan komponen mineral sehingga struktur beton menjadi lebih rapat.
Permukaan yang sebelumnya mudah melepaskan debu pun menjadi lebih stabil. Dengan bahan ini, ketahanan lantai terhadap beban berat juga meningkat.
Penggunaannya memang tidak hanya memperbaiki kondisi yang mulai menurun. Ini juga memberikan perlindungan tambahan dari kerusakan jangka panjang.
Baca Juga
Leveling
Permukaan lantai yang bergelombang dapat menghambat aktivitas kerja serta lalu lintas pengguna maupun peralatan. Oleh karena itu, lantai beton diharapkan memiliki permukaan yang rata agar mendukung kelancaran aktivitas di atasnya.
Leveling lantai berfungsi untuk meratakan permukaan beton yang tidak rata. Sebelum proses leveling dilakukan, tentukan terlebih dahulu area yang akan diratakan serta ketebalan atau ketinggian lantai yang diinginkan.
Selanjutnya, lakukan proses square cut atau pengupasan pada area lantai yang bergelombang sesuai bidang yang telah ditentukan. Setelah itu, aplikasikan material leveling yang sesuai dengan kedalaman pengupasan untuk mencapai permukaan yang rata.
Setelah proses perataan selesai, lantai menjadi lebih stabil untuk aktivitas kerja. Selain memperbaiki tampilan, leveling juga memberikan dasar yang lebih kuat dalam mendukung struktur lantai.
Coating Pelindung
Bahan coating juga menjadi pilihan karena bisa bekerja dengan membentuk selaput tipis yang menutup pori dan melindungi beton dari cairan, bahan kimia, serta gesekan berat. Setelah diaplikasikan, lantai terlihat lebih rapi dan jauh lebih mudah dibersihkan.
Permukaan juga menjadi lebih tahan terhadap noda yang biasanya sulit dihilangkan. Selain itu, coating membantu mengurangi risiko kerusakan dini akibat aktivitas mesin atau lalu lintas alat berat.
Dalam pemilihan coating lantai, penting untuk mempertimbangkan tingkat beban yang akan bekerja langsung pada permukaan lantai, baik beban ringan, sedang, maupun berat. Faktor-faktor seperti beban mekanis, suhu operasional, paparan bahan kimia, serta intensitas aktivitas harus diperhitungkan agar jenis coating yang digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan area tersebut.
Langkah-langkah di atas bisa Anda lakukan untuk menjaga permukaan lantai selalu optimal. Kerusakan pada lalu lintas berat seperti area industri adalah hal wajar. Dengan perbaikan yang tepat, semua masalah teratasi dan tidak menghambat aktivitas.
Lindungi Lantai Beton dengan Floor Hardener dan Densifier Sika!
Potensi kerusakan dan masalah yang ada bisa Anda minimalisir dengan produk berkualitas seperti Sika. Sika memiliki berbagai pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Sebagai pengeras beton, Sika Chapdur bisa menjadi solusi. Produk ini memiliki ketahanan abrasi tinggi serta mengurangi debu permukaan. Produk juga meningkatkan ketahanan impact, tahan oli, mudah diaplikasikan, dan finishing yang seragam saat dihaluskan dengan benar.
Anda juga bisa mengandalkan Sikafloor-933 Densifier yang dapat mengurangi risiko delaminasi permukaan, rendah bau, mampu menahan abrasi, serta dapat mengurangi penyusutan dan retak.
Selain itu, Sikafloor CureHard-24 juga bisa Anda andalkan. Produk ini bisa mengurangi emisi debu, mampu meningkatkan ketahanan abrasi, serta melapisi permukaan beton. Produk juga tahan yellowing, mudah diaplikasikan, serta tidak berbau.
Untuk material leveling lantai, tersedia produk Sikafloor®-135 PG ID yang dapat digunakan sebagai underlayment maupun overlayment (lapisan lantai ekspos). Produk ini cocok untuk ketebalan aplikasi 1–2 cm dan memiliki kekuatan tekan yang sangat baik, hingga mencapai 60 MPa.
Produk Sika menjadi pilihan utama, karena Sika memiliki pengalaman lebih dari 114 tahun dalam menangani berbagai proyek berskala global, seperti Garasi Ferrari di Grater Manchester, UK. Sika juga menjadi yang pertama kali dalam mencetuskan waterproofing semen di Indonesia.
Penggunaan floor hardener dan densifier Sika dapat menjaga performa lantai beton pada area industri agar tetap kuat dan aman digunakan. Untuk pembahasan sesuai kondisi lapangan, kontak Sika untuk konsultasi kebutuhan proyek Anda.
Artikel dikurasi oleh:
Muhammad Yogi - Flooring Specialist