11/03/2026
Aneka masalah pada permukaan epoxy bisa diatasi dengan cat lantai khusus. Simak selengkapnya dalam artikel ini.
Masalah yang Sering Muncul dari Lantai Epoxy Lembap
- Pengelupasan Epoxy
- Bubbling
- Lengket dan Kusam
- Amine Blush
- Pertumbuhan Jamur
- Retak / Crack
- Perubahan Warna / Discoloration
Cara Mengatasi Masalah Akibat Lantai Lembap
- Uji Kelembapan
- Menggunakan Cat Lantai Khusus
- Pengeringan Substrat
- Perbaikan Lapisan Rusak
- Periksa Suhu
- Periksa Humidity
- Metode Aplikasi yang Tepat
Mengatasi Masalah Kelembapan dengan Cat Lantai Sika
Lantai epoksi dengan kelembapan tinggi bisa menjadi masalah di kemudian hari. Oleh sebab itu, berbagai upaya diperlukan untuk mencegah hal tersebut, seperti menggunakan cat lantai khusus yang mampu menahannya.
Lantas, apa saja masalah yang bisa timbul dari lantai lembap dan cara untuk mengatasinya? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui hal tersebut.
Masalah yang Sering Muncul dari Lantai Epoxy Lembap
Kelembapan pada lantai epoksi memang sebaiknya dihindari sebisa mungkin. Jika dibiarkan begitu saja apalagi pada kadar tinggi, berbagai masalah bisa terjadi, seperti:
Pengelupasan Epoxy
Masalah ini cukup sering terjadi pada lantai epoksi dengan kelembapan tinggi. Hal ini disebabkan kondisi tersebut membuat tekanan hidrostatik muncul dan mendorong lapisan epoxy ke atas.
Situasi ini akan semakin buruk bila Anda tidak mempersiapkan permukaan beton dengan baik sebelum dilapisi sehingga masih berminyak atau kotor. Alhasil, pelapis tersebut tidak bisa terikat baik dengan permukaan.
Bubbling
Selain pengelupasan, bubbling juga menjadi kerap terjadi pada coating lantai. Bahkan, masalah ini dapat berujung pada pengelupasan jika tergesek atau tertusuk oleh benda tajam.
Masalah tersebut muncul karena kelembapan yang tinggi membuat kadar udara atau uap air ikut naik di dalam pori-pori beton. Lalu, zat tersebut akan memuai saat suhu meningkat sehingga berusaha keluar dari sana.
Sayangnya, ia tak bisa keluar begitu saja karena adanya lapisan epoxy. Alhasil, gelembung-gelembung kecil atau bentuk layaknya kawah pun muncul pada permukaan lantai.
Lengket dan Kusam
Kelembapan tinggi dengan nilai di atas 85% akan mengganggu reaksi kimia antara pengeras dan resin. Alhasil, resin tidak bisa mengering dengan sempurna sehingga lantai tetap akan terlihat lunak atau lengket.
Selain itu, kelembapan udara yang tinggi juga dapat memudarkan kilau alami dari epoksi. Hal ini akan membuat lantai menjadi tidak mengkilap atau bahkan keruh seperti seharusnya.
Amine Blush
Amine blush disebabkan oleh bereaksinya karbon dioksida atau uap air yang berjumlah banyak dengan pengeras, Banyaknya karbon dioksida atau uap air tersebut bisa disebabkan oleh tingginya kelembapan di ruangan maupun slab beton.
Kondisi ini ditandai dengan kemunculan lapisan berminyak atau putih. Bila Anda mengusapnya dengan tangan, maka residu akan berpindah ke sana. Selain itu jika disentuh, permukaan akan terasa lengket.
Masalah ini tentu bisa mengurangi estetika karena lantai akan terlihat seperti memiliki noda air di berbagai area. Di sisi lain, kondisi tersebut juga membuat lapisan epoxy berikutnya susah menempel hingga terjadi pengelupasan.
Pertumbuhan Jamur
Jamur merupakan organisme yang kerap tumbuh dengan baik di lingkungan lembap, termasuk lantai epoksi. Biasanya, organisme tersebut berkembang biak di bawah lapisan yang retak atau mengalami pengelupasan.
Ada sejumlah masalah yang timbul jika dibiarkan begitu saja. Pertama, estetika lantai akan terganggu. Selain itu, strukturnya juga akan mudah rusak karena komponen organiknya dimakan oleh organisme tersebut.
Di sisi lain, jamur juga dapat mengganggu kesehatan para pengguna ruangan tersebut. Hal ini disebabkan oleh spora, mikrotoksi, atau alergen yang dilepaskan olehnya, lalu terhirup secara tidak sengaja.
Retak / Crack
Keretakan pada lapisan epoxy dapat terjadi akibat beban benturan (impact) atau tekanan yang cukup kuat pada permukaan lantai. Jika keretakan sudah muncul, retak tersebut berpotensi menyebar ke area yang lebih luas seiring waktu. Kondisi ini dapat menimbulkan celah pada lapisan epoxy yang memungkinkan air meresap masuk, sehingga meningkatkan kelembapan pada substrat beton di bawahnya dan berpotensi memicu kerusakan lebih lanjut.
Perubahan Warna / Discoloration
Perubahan warna pada lapisan epoxy umumnya disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet (UV), baik dari pencahayaan di dalam ruangan maupun paparan langsung sinar matahari. Selain itu, faktor lingkungan lain seperti paparan oksigen, tingkat kelembapan yang tinggi, serta interaksi dengan zat kimia tertentu juga dapat mempercepat proses degradasi epoxy sehingga warna permukaannya memudar atau berubah seiring waktu.
Baca Juga
Cara Mengatasi Masalah Akibat Lantai Lembap
Masalah pada lantai epoksi di lingkungan yang sangat lembap memang bisa menimbulkan kekhawatiran berlebih. Namun, Anda tidak perlu merasakan hal tersebut karena ada sejumlah cara untuk mengatasinya, seperti:
Uji Kelembapan
Anda bisa menguji kelembapan pada beton terlebih dahulu. Hal ini untuk mencegah naiknya air ke permukaan saat ia memuai akibat tingginya suhu. Selain itu, kelembapan yang rendah juga memperkuat struktur beton.
Caranya adalah dengan menggunakan alat ukur khusus bernama moisture meter. Alat digital ini bisa menunjukkan tingkat kekeringan atau kadar air pada suatu material secara akurat dalam waktu singkat.
Ada juga metode plastic sheet test yang bisa diterapkan. Caranya dengan menempelkan plastik bening bersama lakban selama 24 jam. Bila Anda menemukan titik titik air atau embun di bawah plastik, maka beton masih sangat basah.
Menggunakan Cat Lantai Khusus
Cara kedua yang bisa Anda lakukan adalah menggunakan cat khusus untuk area dengan kelembapan tinggi. Dengannya, lapisan bisa menyegel agar uap air dari beton atau bawah tanah tidak menekan permukaan.
Contoh cat tersebut adalah Sikafloor®-81 EpoCem® ID. Bahan ini mampu mencegah terjadi nya osmotic blistering pada lapisan berbahan dasar resin di substrat lembap. Selain itu, bahan ini juga tahan terhadap cairan, minyak, beku, dan de-icing salt.
Aplikasinya pun mudah, cepat, dan ekonomis dengan sifat levelling yang baik. Daya rekatnya sangat baik dalam kondisi lembap atau kering.
Menariknya, bahan ini cocok untuk persiapan permukaan yang halus di dalam ruangan dengan sifat ekspansi termal mirip beton. Selain tidak mengandung pelarut, bahan tersebut juga tak akan menimbulkan korosi.
Sikafloor®-263 SL HC juga layak dipertimbangkan. Cat lantai ini sangat mudah mengisi atau mengalir dengan lapisan akhir mengkilap serta anti selip. Aplikasinya pun mudah, kedap cairan, serta tahan terhadap beban mekanis maupun bahan kimia.
Selain itu, tersedia juga produk Sikafloor®-2526 W ID, yaitu epoxy water-based dengan kandungan VOC rendah yang memiliki toleransi cukup baik terhadap kelembapan pada permukaan beton. Material ini menghasilkan tampilan akhir semi-gloss yang rapi serta didukung oleh beragam pilihan warna. Dengan karakteristik tersebut, Sikafloor®-2526 W ID tidak hanya memberikan perlindungan pada lantai, tetapi juga dapat meningkatkan nilai estetika pada area interior Anda.
Pengeringan Substrat
Sebaiknya, Anda tak terburu-buru untuk mengaplikasikan epoxy pada area yang baru terendam air atau beton baru. Hal ini bisa memberi waktu bagi permukaan untuk mengering dengan sempurna sebelum dilapisi.
Supaya pengeringan berjalan maksimal, Anda bisa menggunakan sejumlah alat. Contohnya adalah kipas industri, pemanas ruangan, atau dehumidifier. Anda bisa menggunakannya hingga kadar air di permukaan beton mencapai batas aman.
Perbaikan Lapisan Rusak
Tak perlu risau bila lapisan epoxy sudah mengalami kerusakan akibat kelembapan tinggi. Ada beberapa cara untuk memperbaikinya, seperti menggunakan epoxy filler pada retakan sebelum dicat ulang.
Anda juga bisa mengupas atau mengamplas permukaan yang rusak sampai beton bersih terlihat. Di sisi lain, mesin gerinda lantai dapat digunakan untuk membuka pori-pori beton sembari menghilangkan amine blush.
Periksa Suhu
Suhu memainkan peran penting pada kelembapan lingkungan. Maka dari itu, Anda perlu mengeceknya terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan epoxy pada permukaan beton.
Cobalah untuk mengecek suhu permukaan lantai dengan alat khusus. Pastikan bahwa suhu tersebut minimal tiga derajat Celcius di atas titik embun. Selain itu, sebisa mungkin tunda aplikasi epoxy saat mendung atau hujan lebat.
Periksa Humidity
Kelembapan lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kualitas material epoxy. Tingkat kelembapan yang terlalu tinggi dapat berdampak pada proses aplikasi maupun proses pengerasan (curing) epoxy. Jika tidak dikontrol dengan baik, kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah seperti permukaan yang tampak keruh, terasa lengket, hingga proses pengerasan yang tidak berlangsung secara sempurna.
Metode Aplikasi yang Tepat
Untuk meminimalkan risiko kegagalan epoxy akibat kondisi lantai yang lembap, proses aplikasi harus dilakukan dengan metode yang tepat. Hal ini mencakup tahapan persiapan permukaan lantai yang baik, proses pencampuran (mixing) material sesuai komposisi yang dianjurkan, hingga proses curing yang mengikuti standar aplikasi yang telah ditentukan. Dengan penerapan metode yang benar, kualitas dan daya tahan lapisan epoxy pada lantai dapat tetap terjaga secara optimal.
Mengatasi Masalah Kelembapan dengan Cat Lantai Sika
Kelembapan tinggi pada lantai epoxy memang bisa membuat Anda kewalahan karena banyaknya masalah yang timbul. Namun, Anda tak perlu cemas karena ada cat khusus dari Sika untuk mengatasinya.
Kualitasnya tidak perlu diragukan lagi karena Sika sudah berpengalaman selama 115 tahun dalam menangani aneka proyek global, seperti Pusat Informasi di Stasiun Metro Volkstheater, Austria. Menariknya, Sika juga menjadi pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia.
Bersama cat lantai dari Sika, berbagai masalah dapat diantisipasi dengan baik termasuk kelembapan tinggi pada permukaan epoxy. Jadi, tak salah bila Anda mempertimbangkannya. Hubungi tim profesional Sika di sini untuk konsultasi lebih lanjut.
Artikel dikurasi oleh:
Muhammad Yogi - Flooring Specialist