16/02/2026
Cegah kebocoran akibat genangan air di dak beton. Pelajari penyebab, dampak, dan solusi waterproofing dak beton yang tepat dan tahan genangan di artikel ini.
Table of Content
Penyebab Black Mold Muncul pada Bangunan Anda
- Dak Tidak Memiliki Kemiringan yang Cukup
- Posisi Floor Drain Tidak Tepat
- Permukaan Dak Tidak Rata
- Saluran Air Tersumbat
- Perubahan Fungsi Dak
Dampak Genangan Air pada Dak Beton
- Kebocoran ke Dalam Banguna
- Kerusakan Waterproofing
- Pertumbuhan Lumut dan Jamur
- Korosi Tulangan Beton
- Penurunan Umur Bangunan
Cara Mengatasi Genangan Air di Dak Beton
- Membuat Ulang Kemiringan Dak
- Menambah atau Memindahkan Floor Drain
- Perbaikan Permukaan Dak
- Membersihkan Saluran Air Secara Berkala
- Aplikasi Waterproofing yang Tepat
Waterproofing dak beton menjadi aspek penting dalam menjaga ketahanan bangunan, baik rumah tinggal maupun gedung bertingkat. Sebab, dak beton tidak hanya berfungsi sebagai atap, tetapi juga kerap dimanfaatkan sebagai area jemur, rooftop, hingga taman atap.
Namun, salah satu masalah yang sering terjadi pada dak beton adalah genangan air. Sekilas terlihat sepele, tetapi jika dibiarkan, genangan air dapat memicu berbagai kerusakan serius pada bangunan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang penyebab terjadinya genangan air di dak beton, dampak yang ditimbulkan, serta solusi yang tepat agar dak beton tetap awet dan berfungsi optimal.
Pengertian Genangan Air pada Dak Beton
Genangan air pada dak beton adalah kondisi di mana air hujan atau air buangan tidak dapat mengalir dengan baik menuju saluran pembuangan. Sehingga tertahan dan mengumpul di permukaan dak.
Idealnya, dak beton memiliki sistem drainase dan kemiringan tertentu agar air dapat langsung mengalir keluar.
Genangan ini bisa terjadi dalam waktu singkat setelah hujan, atau bahkan bertahan selama berjam-jam hingga berhari-hari.
Makin lama air menggenang, makin besar pula risiko kerusakan yang ditimbulkan, terutama pada lapisan waterproofing dak beton dan struktur beton itu sendiri.
Penyebab Genangan Air di Dak Beton
Genangan air tidak muncul secara tiba-tiba. Ada faktor teknis dan fisik yang menyebabkannya. Berikut lima penyebab utama mengapa air bisa terjebak di atap dak Anda:
1. Dak Tidak Memiliki Kemiringan yang Cukup
Salah satu penyebab paling umum adalah kemiringan dak beton yang tidak sesuai standar.
Dak beton seharusnya memiliki kemiringan minimal sekitar 1–2% menuju floor drain agar air dapat mengalir dengan lancar. Jika dak dibuat terlalu datar, air akan cenderung tertahan dan membentuk genangan.
2. Posisi Floor Drain Tidak Tepat
Floor drain yang dipasang terlalu tinggi, terlalu sedikit jumlahnya, atau berada di posisi yang salah dapat menyebabkan air tidak tersalurkan dengan baik. Akibatnya, air hanya akan mengumpul di area tertentu dan sulit mengalir ke saluran pembuangan.
3. Permukaan Dak Tidak Rata
Permukaan dak beton yang bergelombang atau memiliki cekungan kecil sering kali menjadi titik kumpul air. Cekungan ini bisa muncul akibat pengerjaan finishing yang kurang rapi atau penurunan struktur seiring waktu.
4. Saluran Air Tersumbat
Ini adalah faktor pemeliharaan (maintenance). Dak beton yang terbuka sangat rentan terhadap kotoran seperti daun kering, ranting pohon, plastik, hingga debu pasir yang terbawa angin.
Jika tidak dibersihkan secara rutin, sampah-sampah ini akan menumpuk di mulut floor drain. Sumbatan ini akan menghambat laju air, menyebabkan air meluap dan menggenang di seluruh permukaan dak.
Dalam kasus yang parah, air yang tergenang akibat sumbatan bisa mencapai ketinggian beberapa sentimeter, yang menambah beban berat pada struktur atap.
5. Perubahan Fungsi Dak
Dak beton yang awalnya hanya berfungsi sebagai atap sering kali dialihfungsikan menjadi rooftop, taman, atau area utilitas tambahan.
Beban tambahan dan perubahan lapisan permukaan dapat mengganggu sistem drainase yang sudah ada, sehingga memicu genangan air.
Baca Juga
Dampak Genangan Air pada Dak Beton
Jangan pernah meremehkan genangan air. Dampak yang ditimbulkan bersifat domino, mulai dari kerusakan estetika hingga kegagalan struktur.
1. Kebocoran ke Dalam Bangunan
Genangan air yang terus-menerus akan meningkatkan risiko rembesan dan kebocoran ke area bawah dak. Air dapat meresap melalui retakan mikro pada beton dan menyebabkan plafon lembap, bercak air, hingga tetesan air di dalam ruangan.
2. Kerusakan Waterproofing
Lapisan waterproofing dak beton yang terus terendam air akan mengalami penurunan performa. Tekanan air yang tinggi dan paparan sinar UV dapat mempercepat degradasi material waterproofing, sehingga perlindungan menjadi tidak optimal.
3. Pertumbuhan Lumut dan Jamur
Area dak yang sering tergenang akan menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan lumut, jamur, dan mikroorganisme lainnya. Selain membuat dak terlihat kotor dan licin, lumut juga dapat mempercepat kerusakan permukaan dak.
4. Korosi Tulangan Beton
Air yang meresap ke dalam beton dapat mencapai tulangan besi di dalamnya. Jika ini terjadi, tulangan akan mengalami korosi atau karat, yang pada akhirnya dapat melemahkan kekuatan struktur beton secara keseluruhan.
5. Penurunan Umur Bangunan
Kombinasi dari kebocoran, korosi, dan kerusakan material akan berdampak langsung pada umur bangunan. Bangunan menjadi lebih cepat rusak dan membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Cara Mengatasi Genangan Air di Dak Beton
Jika dak beton Anda sudah mengalami masalah genangan, segera lakukan tindakan perbaikan berikut ini sebelum kerusakan menyebar:
1. Membuat Ulang Kemiringan Dak
Solusi paling efektif adalah memperbaiki kemiringan dak beton agar air dapat mengalir dengan baik. Pekerjaan ini biasanya dilakukan dengan screed ulang menggunakan mortar khusus yang dirancang untuk membentuk slope menuju floor drain.
2. Menambah atau Memindahkan Floor Drain
Jika jumlah atau posisi floor drain tidak memadai, penambahan atau pemindahan floor drain bisa menjadi solusi. Pastikan floor drain berada di titik terendah dak agar air tidak tertahan.
3. Perbaikan Permukaan Dak
Permukaan dak yang tidak rata perlu diperbaiki dengan perataan ulang. Cekungan kecil harus ditutup agar tidak menjadi titik genangan air.
4, Membersihkan Saluran Air Secara Berkala
Perawatan rutin seperti membersihkan saluran air dari sampah dan kotoran sangat penting untuk mencegah genangan. Langkah sederhana ini sering kali diabaikan, padahal dampaknya sangat besar.
5. Aplikasi Waterproofing yang Tepat
Penggunaan sistem waterproofing dak beton yang tepat menjadi kunci utama dalam melindungi dak dari dampak genangan air. Pilih produk waterproofing berkualitas tinggi yang elastis, tahan cuaca, dan mampu menutup retakan mikro pada beton.
Ini Dia Produk untuk Waterproofing Dak Beton
Genangan air di dak beton bukanlah masalah sepele. Jika tidak ditangani dengan benar, genangan dapat memicu kebocoran, kerusakan waterproofing, korosi tulangan, hingga menurunkan umur bangunan secara signifikan.
Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab dan dampaknya, serta mengambil langkah perbaikan yang tepat sejak dini.
Sebagai solusi perlindungan dak beton dari genangan air, Sikalastic®-590 Deckseal menjadi pilihan yang tepat dan efisien. Produk ini merupakan waterproofing cair satu komponen berbasis polyurethane–akrilik yang mudah diaplikasikan dan siap pakai.
Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan tahan genangan air terbatas, elastis tinggi untuk menjembatani retak rambut, serta ketahanan UV yang sangat baik. Sehingga ideal digunakan pada dak beton dan atap expose tanpa perlindungan tambahan.
Selain itu, Sikalastic®-590 Deckseal membentuk lapisan tanpa sambungan (seamless), ramah lingkungan, dan mampu memperpanjang umur dak beton secara signifikan.
Sika telah berpengalaman selama 115 tahun dan sudah menangani banyak project nasional maupun internasional. Satu di antaranya yaitu proyek Wahoo Waterworld, Bandung.
Proyek lain yang berhasil digarap Sika adalah Bendungan PLTA Ulu Jelai di Cameron Highlands, Pahang, Malaysia. Sika juga yang pertama kali mencetuskan waterproofing semen di Indonesia.
Apabila Anda ingin mendapatkan produk waterproofing dak beton dari Sika, kunjungi Official Store Sika di Shopee. Anda juga bisa mengunjungi laman resmi Sika untuk informasi produk lengkap.
Artikel dikurasi oleh:
Mark Alexander - Waterproofing Specialist